Home / Populer / Kendati JK Capres PKB, suara Golkar tak pecah?

Kendati JK Capres PKB, suara Golkar tak pecah?

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

 

 

Moral-politik.com : Dunia politik selalu melahirkan perbedaan-perbedaan dan konflik internal dalam tubuh partai politik. Akibat hanya satu orang yang boleh menjadi presiden maka tidak mengherankan jika kader suatu partai mencari jalan lain melalui partai yang mau mengakomodasi niatnya itu

Kini terjadi pada partai Golkar. Partai berlambang pohon beringin itu memiliki banyak kader atau tokoh yang berpelung besar menjadi calon presiden atau wakil presiden.

Sebut saja mantan ketua umum Jusuf Kalla. Dirinya yang kini digadang-gadang oleh sejumlah partai untuk menjadi capres/cawapres menuturkan bahwa dukungan suara kader Partai Golkar tidak akan pecah pada Pemilu 2014 mendatang. Meskipun kalau ia harus menjadi rival politik bagi Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dalam pemilihan calon presiden.

“Suara Golkar tidak akan pecah, saya masih kader Golkar,” kata Kalla usai menghadiri Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendekiawan dalam rangka Harlah Ketiga Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Sabtu (8/2/2014) malam, lansir Kompas.com.

Seperti diketahui, mantan Wakil Presiden itu didaulat menjadi salah satu bakal calon presiden yang akan diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Selain Kalla, PKB juga memasukkan nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan pedangdut Rhoma Irama sebaga kandidat bakal capres.

Jika nantinya PKB resmi mencalonkan Kalla sebagai capres, maka ia akan berhadapan dengan Aburizal Nakrie saat Pemilu Presiden mendatang. Pasalnya, Aburizal merupakan kandidat capres yang telah ditetapkan oleh Golkar.

Kondisi itulah, yang dinilai sejumlah kalangan, akan memecah suara kader dan simpatisan Golkar.

Namun, Jusuf Kalla menambahkan, pencapresan dirinya oleh PKB masih menunggu hasil perolehan suara partai tersebut pada Pemilu Legislatif mendatang. Meski begitu, soal dukungan kader Golkar kepadanya, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pribadi masing-masing.

Baca Juga :  Tim Transisi Bahas Kasus Hukum Jokowi-JK di Obor Rakyat & TransJakarta

“Hak asasi manusia itu ada dua. Hak asasi memilih dan dipilih. Itu hak asasi,” katanya. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button