Home / Populer / Kicauan lain Anas : SBY tugasi amankan dirinya di ‘Century Gat’

Kicauan lain Anas : SBY tugasi amankan dirinya di ‘Century Gat’

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

 

 

Moral-politik.com : Satu persatu pengakuan dibuka oleh mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kali ini Anas menohok langsung ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tapi belum jelas kapasitas SBY sebagai presiden atau Ketua Dewan Perttimbangan Partai Demokrat.

Selain itu, belum diketahui apa sikap KPK kaitannya dengan pengakuan terhadap SBY tersebut, juga pengakuan terhadap Sekjen Partai Demokrat, Ibas.

Masalah ini nampak mulai laksana benang kusut, mengurainya butuh waktu dan energi tidak sedikit. Lalu, sisa yang berikutnya, apakah KPK bernyali untuk memanggil SBY dan Ibas guna dimintai keterangan sebelum berakhirnya masa jabatan SBY selaku presiden?

Ini sebuah pendidikan hukum yang sangat baik bagi bangsa Indonesia, terutama untuk Mahasiswa Fakultas Hukum.

Lalu apa saja yang dikicaukan Anas tersebut? Melalui pengacaranya Handika Honggowongso, Anas mengaku pernah ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengamankan kasus bail out Bank Century.

Selaku Ketua Fraksi Demokrat, lansir Kompas.com, di Dewan Perwakilan Rakyat ketika itu, Anas mengaku diminta mencegah agar Panitia Khusus (Pansus) Bank Century di DPR tidak mengarah ke SBY, baik secara hukum maupun politik.

“Disampaikan (oleh Anas), jika saya (Anas) dipanggil SBY di Cikeas. Dalam pertemuan tersebut SBY memberi pengarahan ke saya (Anas) untuk mencegah supaya Pansus Century DPR tidak mengarah, baik secara hukum maupun politik ke SBY,” kata Handika saat dihubungi wartawan, Rabu (5/2/2014), menirukan pengakuan Anas.

Menurut Handika, kliennya pernah diminta melobi fraksi partai lain untuk mengamankan SBY dan membangun opini di media massa jika SBY tidak terlibat. Terkait tugas tersebut, kata Handika, Anas diminta berkoordinasi dengan Wakil Presiden Boediono, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta pihak terkait lainnya.

Baca Juga :  Fadli Zon : Jokowi tak bisa apa-apa

Handika juga mengatakan bahwa informasi tersebut sudah disampaikan Anas kepada tim penyidik KPK dalam pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai koordinasi yang dilakukan Anas dengan Boediono dan Sri tersebut, Handika mengatakan, hal itu akan diungkapkan Anas kepada penyidik KPK dalam pemeriksaan berikutnya.

“Nanti di pemeriksaan berikutnya akan dijelaskan, tadi pemeriksaan dihentikan dulu karena Mas Anas sakit gigi, yang makin ngilu dan bikin pusing,” ucapnya.

Sejauh ini belum ada respons dari pihak SBY dan Ibas, baik secara pribadi atau melalui kuasa hukum atau juru bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button