Home / Sport / Kondisi Pospol Haekto di TTU menyedihkan

Kondisi Pospol Haekto di TTU menyedihkan

Bagikan Halaman ini

Share Button

SONY DSCilustrasi

 

Moral-politik.com : Kantor  Pos Polisi (Pospol) di desa Haekto, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, kondisi fisiknya sangat memrihatinkan. Ironisnya, gedung Pospol  yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat tahun 1992 itu, hingga  kini diterlantarkan begitu saja. Padahal, wilayah itu rawan pencurian dan tindak kriminal bahkan pembunuhan.

Asal tahu saja, bangunan Pospol iru berupa gubuk kecil berukuran 3 x 4 meter, dinding bebak, lantai semen yang sudah terkelupas tanah dan boleh dikatakan rusak parah.

Sebagian atap sengnya sudah karatan dan bocor sehingga membuat risih petugas piket termasuk siapa pun pengunjung ketika berkunjung ke Pospol tersebut. Ironisnya satu-satunya pusat pelayanan polisi ditingkat Kecamatan Noemuti Timur itu, dibiarkan begitu saja tanpa sentuhan dukungan sarana dan prasarana layaknya Pospol lain di Polres TTU.

Kendati rusak berat, Pospol itu masih difungsikan sebagai satu-satunya pusat sentral pelayanan polisi di Noemuti Timur. Wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten TTS dan Kabupaten Belu, sejak dulu hingga kini dikenal daerah rawan pencuri ternak tapi dukungan sarana prasarana dan fasilitas lainnya sulit tersentuh.

Selain itu, tiga buah rumah mes polisi bantuan swadaya masyarakat yang terbuat dari dinding bebak, atap daun lontar pun nyaris rubuh termakan usia.

Nampak salah satu posisi bangunan rumah mes polisi sudah miring sehingga sengaja ditopang menggunakan sejumlah kayu. Meski demikian, sejumlah anggota polisi tetap bertahan dalam mes tersebut. Herannya, di Pospol lainnya sudah direnovasi menjadi bangun permanen, sementara di daerah yang rawan justru kurang mendapat perhatian.

Pantauan wartawan, Minggu (2/2/2014) kantor Pospol dengan ukuran dua ruangan berfungsi ganda yakni ruang depan untuk ruang petugas piket, juga untuk ruang tidur salah satu anggota polisi, sementara diruang belakang menjadi ruang tidur Kapospol. Bahkan didalam ruang Pospol hanya tersimpan satu buah mesin ketik butut yang bukan inventaris Pospol tapi milik salah satu anggota polisi.

Baca Juga :  Agus Talan : Dukung Panwas sepanjang berlaku adil

” Ya.. ini ruang piket gabung ruang tempat tidur teman anggota polisi. Kalau ada tamu atau pemeriksaan saksi,  maka kawan polisi disuruh keluar sebentar kalau urusan sudah selesai baru masuk kembali,” kisah  Brigpol Bernabe Da Costa kepada wartawan saat berbincang-bincang  di ruang piket.

Petugas piket itu menuturkan, Pospol darurat membuat pihaknya sangat kesulitan, apalagi tidak didukung ruang sel dan sarana pendukung lainnya. Hal itu sangat membuat pihaknya kesulitan untuk bertugas, sebab kondisi fisik Pospol bisa dirubuhkan dindingnya kalau  ada tindakan brutal masyarakat.

Untuk mengantisipasi hal itu, maka pelaku tindak kejahatan yang sudah ditangkap, langsung diantar ke Polsek Noemuti kendati jaraknya sekitar 25 KM dan kondisi jalannya rusak berat.

“Biasanya pelaku yang ditangkap, langsung kita koordinasi untuk secepatnya jemput atau diantar ke Polsek. Kita tidak bisa amankan di Pospol karena tempatnya tidak menjamin keselamatan pelaku,” ungkapnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button