Home / Populer / Korupsi jabatan, KPK segera tangkap Kadis Kebersihan DKI Jakarta

Korupsi jabatan, KPK segera tangkap Kadis Kebersihan DKI Jakarta

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

Jakarta, Moral-politik.com : Masalah pengadaan 200 truk sampah DKI Jakarta sudah terang-benderang. Jokowi-Ahok perintahkan pengadaan, tetapi Kepala Dinas Kebersihan Unu Nurdin tidak memasukkannya dalam RAPBD.
“Maka jelas Unu Nurdin sudah korupsi jabatan, mengkorupsi perintah Gubernur dan Wakil Gubernur. Tak perlu cerita panjang, KPK panggil Unu Nurdin dan langsung tahan.”

Hal itu dikemukakan Boni Hargens, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), di Jakarta Senin (10/2/2014).

“Kita mengapresiasi progres yang dicapai KPK selama ini. Rakyat berharap masalah ‘perintah yang dikorupsi’ di DKI Jakarta segera disidik juga,” ujar Boni.

Boni mengingatkan, apabila KPK tidak segera mengambil langkah konkret, kemarahan warga Jakarta perlu diantisipasi. Bisa saja masyarakat ngambek, mengantarkan sampah ke tempat tertentu.

“Sudah banyak sekali aktivis sosial yang meng-sms saya, supaya segera ambil langkah konkret. Maka Senin (17/2), KPK hendaknya segera ambil prakarsa hukum,” tandasnya.

Kepala Dimas Berbohong
Kisruh soal anggaran truk sampah yang tiba-tiba hilang dari Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah (APBD) DKI 2014 kini mulai terkuak.

Seperti diberitakan Kompas, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan Kepala Dinas Kebersihan DKI Unu Nurdin berbohong soal anggaran 200 truk sampah.

Unu mengatakan anggaran tersebut dicoret karena tidak disetujui DPRD, padahal dihapus di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI.

Penghapusan anggaran 200 truk sampah dilakukan Bappeda DKI dikarenakan Unu tidak bisa menjelaskan manfaat dan kegunaan truk tersebut serta kelanjutan pengangkutan sampah oleh swasta.

Padahal, anggaran 200 truk sampah tersebut merupakan usulan dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. “Kita kan sudah ajukan anggaran itu. Tapi asal ngomong Pak Unu, gitu lho. Dia bilang DPRD yang nahan karena dia tidak tahu masalah. Artinya, ya iyalah dia bohong ke kita,” kata Basuki di Balai Kota DKI.

Baca Juga :  Sutan Bathoegana Minta Demokrat Dibekukan, Fahri Hamzah Galau

Kebohongan Unu, lanjutnya, baru terungkap saat Basuki marah kepadanya. Kemudian, Unu beralasan akan mengajukan kembali anggaran tersebut pada Januari 2014 saat pembahasan masih dilakukan.

Tetapi akhirnya, rencana pengajuan tersebut tak dapat dilakukan karena sudah terlambat.

Selain itu, Unu juga mengaku di depan dirinya kalau dia tidak tahu menahu tentang anggaran tersebut. Dia menegaskan pihak yang mengetahuinya adalah Wakil Kepala Dinas Kebersihan.

“Setelah marah-marah, dia bilang diajukan Januari. Apalagi yang mau diajukan 2014, coba? Dia bilang yang tahu wakilnya, jadi ya kita panggil wakilnya untuk ngomong,” ujarnya.

Dengan kejadian seperti ini, posisi Unu Nurdin sebagai Kepala Dinas Kebersihan terancam dicopot. Pasalnya, mantan Bupati Belitung Timur ini menyiratkan akan menaikkan Wakil Kepala Dinas Kebersihan menggantikan Unu Nurdin.

“Ya itu saja. Sederhana kan. Kalau wakilnya lebih pinter, ya wakilnya jadi kepala dinas dong,” ujarnya sambil tertawa. (RJ)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button