Home / Populer / KPK diminta kembalikan rekaman pembicaraan Antasari dengan Anggoro

KPK diminta kembalikan rekaman pembicaraan Antasari dengan Anggoro

Bagikan Halaman ini

Share Button

10

 

 

 

Moral-politik.com : Permintaan kembali alat-alat bukti selama proses penyelidikan hingga ke persidangan adalah hak dari terpenjara.

Itu sebabnya mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, melalui pengacaranya Boyamin Saiman, meminta KPK mengembalikan cakram padat berisi rekaman pembicaraannya dengan pemilik PT Masaro Radiokom, Anggoro Widjojo dalam pertemuan keduanya di Singapura, sekitar Februari 2009. Dalam pertemuan itu, Antasari mengklarifikasi kepada Anggoro mengenai informasi terkait adanya dugaan suap yang diberikan perantara kepada oknum pegawai KPK.

“Kami selaku kuasa hukum Antasari Azhar mengajukan permintaan pengembalian atau penyerahan barang bukti berupa flashdisk atau cakram padat berisi kloning dari laptop yang berisi rekaman pembicaraan antara klien kami dengan Anggoro Widjojo di Singapura,” kata Boyamin saat mendatangi Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (6/2/2014), lansir Kompas.com.

Boyamin datang dengan membawa surat permintaan yang ditujukan kepada pimpinan KPK. Boyamin juga membawa kopi surat kuasa khusus yang dibubuhi tanda tangan dia dan Antasari, disertai meterai. Menurutnya, cakram padat tersebut sudah diserahkan Kepolisian kepada KPK setelah putusan terhadap Antasari berkekuatan hukum tetap dalam kasus pembunuhan berencana Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnain.

“Terhadap perkara ini telah memiliki kekuatan hukum mengikat. Dalam amar putusannya terhadap barang-barang tersebut dikembalikan kepada Antasari Azhar,” katanya.

Selain meminta bukti rekaman, Boyamin juga meminta KPK mengembalikan dokumen pribadi Antasari, termasuk laporan dan analisis kasus yang diterima Antasari secara pribadi.

Saat dikonfirmasi soal permintaan pihak Antasari ini, Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan akan mengecek dulu apakah barang yang diminta tersebut memang ada di KPK. (erny)

Baca Juga :  Tak pilih Budi Gunawan, Margarito Kamis: Jokowi sudah tidak anggap PDIP

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button