Home / Populer / Mega-Jokowi takkan menang, mending Jokowi tetap gubernur

Mega-Jokowi takkan menang, mending Jokowi tetap gubernur

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 

 

Moral-politik.com : Apapun keputusan yang ditetapkan oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri adalah kompetensinya. Sebab dia tahu positif dan negatifnya.

Akan tetapi jika ada bagian dari anak bangsa yang memberikan kritik-kritik konstruktif agar Megawati berkenan mengkaji kembali keputusannya adalah bagian dari fenomena demokrasi, sesuai dengan kata demokrasi di partai berkepala banteng dan bermoncong putih tersebut.

Seperti dikatakan oleh pengamat politik Ikrar Nusa Bakti. Dia menyayangkan niat PDIP yang ingin mengusung Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon wakil presiden.

Menurutnya, daripada maju ke kancah nasional dengan hanya menjadi cawapres, lebih baik Jokowi tetap menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Kalau Jokowi cuma jadi cawapres Megawati, sayang sekali. Lebih baik dia tetap jadi gubernur saja,” kata Ikrar dalam forum diskusi “Inilah Demokrasi” di Jakarta, Selasa (4/2/2014) sore, lansir Kompas.com.

Dengan menjadi cawapres, menurutnya, kewenangan Jokowi akan berkurang. Jokowi tidak benar-benar bebas menjalankan kewenangannya yang selama ini dinilai pro-rakyat oleh banyak orang.

Selain itu, jika dipasangkan menjadi cawapres Megawati, menurutnya, pasangan tersebut berpeluang besar dikalahkan oleh pasangan capres-cawapres dari partai lainnya. Megawati yang seorang perempuan, menurutnya, tidak akan cukup kuat untuk menggalang massa di Indonesia.

“Bukan hanya karena Indonesia mayoritas Islam yang menilai laki-laki itu adalah seorang pemimpin, tapi masyarakat kita yang sebagian besar belum modern juga masih menganggap perempuan itu bukan seorang pemimpin,” jelasnya.

Oleh karena itu, suara Jokowi yang saat ini belum mencapai 50 persen, alias belum mencapai setengah dari jumlah pemilih, bisa turun jauh saat dia dipasangkan dengan Megawati. Dia pun memprediksi, Mega-Jokowi akan kalah di putaran kedua jika benar-benar diusung.

Baca Juga :  Duh, RJ Lino Alami Serangan Jantung Ringan

“Bukan mustahil gabungan parpol di putaran kedua menggunakan cara yang ilegal untuk menjatuhkan Mega-Jokowi. Tidak ada pilihan lain untuk menjadikan Jokowi nomor satu. Mega-Jokowi tidak akan menang,” pungkasnya. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button