Home / Populer / Studi Stan Greenberg : Elektabilitas Jokowi 68%, PDIP 28%

Studi Stan Greenberg : Elektabilitas Jokowi 68%, PDIP 28%

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

Jakarta, Moral-politik.com : Penelitian Stan Greenberg, ahli polling Amerika Serikat dan konsultan politik ternama dunia, yang mengukur elektabilitas Jokowi pertengahan September 2013, memang adalah 68%, sedangkan PDI-P memperoleh 28%.  Alasan responden memilih Jokowi, karena orangnya jujur dan dapat dipercaya.

Hal itu disampaikan Sekjen DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Utje Gistaaf Patty, di Jakarta Kamis (6/2). “Kami menjamin bahwa hasil penelitian Stan Greenberg memang demikian,” katanya.

Jadi berita tersebut benar adanya, bukan hoax (bohong). Stan Greenberg yang konsultan kelas dunia, tidak akan membuang wibawa dengan pesanan tertentu.

Justru, yang terjadi, ketika hasil penelitian sudah selesai, Tim Konsultan Greenberg diminta merekayasa hasil penelitian, agar sesuai dengan selera pemesan.

“Namun Greenberg menolak, sehingga presentasi tidak dilaksanakan secara terbuka, tetapi hanya tertutup di sebuah kantor asosiasi pemerintah kabupaten di Jakarta,” ungkap Utje.

Walau tertutup, beberapa pakar dari Indonesia diundang menanggapi presentasi, di antaranya Prof Dr Ibramsyah. Masih ada lagi pengamat politik yang ikut serta, dari FISIP Universitas Indonesia.

Berita tersebut, diperoleh Redaksi baranews.co (waktu belum beroperasi), dan menjadi bahan siaran pers Bara JP. baranews.co dan Bara JP, menjamin kebenaran presentasi tersebut, dan siap apabila ada pihak yang mengkonfirmasi hasil penelitian ini kepada Stan Greenberg.

Tidak bisa dibantah
Menurut lembaga survei  yang juga konsultan politik Bill Clinton, Al Gore dan ratusan politisi dunia, di bawah elektabilitas Jokowi, adalah Prabowo Subianto (PS) 15% dan Abu Rizal Bakrie (ARB) 11%.

Untuk parpol, setelah PDI-P, disusul Partai Golkar (18%), Partai Demokrat (10%) dan Partai Gerindra sekitar 10%.

Prof Dr Ibramsyah,  Gurubesar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) yang mengikuti presentasi tersebut, mengatakan, hasil survei tidak terlalu mengagetkan, karena sudah tercermin dari hasil sejumlah lembaga survei selama ini.

Baca Juga :  Akankah Alex Noerdin Bangkit di Kampungnya?

“Hasil survei tidak bisa dibantah, hanya  dibandingkan dengan hasil penelitian lain,” katanya kepada baranews.co, September 2013 silam.

Mungkin, karena hasilnya tidak seperti yang diharapkan, sementara Greenberg tidak mau mengubah kesimpulan, tidak dilaksanakan secara terbuka. Survei  merupakan pesanan sebuah lembaga yang dekat partai tertentu, bukan inisiatif Stan Greenberg.

Survey Greenberg dilaksanakan dengan pertanyaan tertutup: “Dari tiga nama berikut, jika pemilihan presiden dilaksanakan sekarang, siapa yang Anda pilih, di antara: Jokowi, Prabowo dan ARB?” Jawabannya, Jokowi 68%, Prabowo 15%, dan ARB 11%.

Menurut Stan Greenberg, dari 12 partai peserta Pemilu, PDI-P yang memperoleh suara 28%, menjadi satu-satunya partai yang lolos batas minimum pengajuan capres (25% suara atau 20% kursi DPRD RI).

Ahli Polling & Strategi
Stanley Bernard  Greenberg yang lebih dikenal sebagai Stan Greenberg, kini berusia 68 tahun (lahir 10 Mei 1945), adalah ahli polling dan strategi politik, yang pernah menjadi konsultan Presiden Amerika Bill Clinton, Al Gore, John Kerry, dan ratusan tokoh di Amerika dan dunia.

Di luar Amerika Serikat, tokoh besar klien Stan Greenberg, antara lain mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder, mantan Perdana Menteri Ingggris Tony Blair, dan Michael Häupl (Austria).

Stan Greenberg memperoleh Bachelor’s dari Universitas Miami dan PhD dari Universitas Harvard. Sebelum menjadi konsultan politik, Greenberg satu dekade sebagai pengajar di Universitas Yale. Hasil studi Stan tentang Ronald Reagen (1985), hingga kini menjadi studi legendaris.

Stan juga adalah CEO pada Greenberg Quinlan Rosner, firma polling dan konsultan. Dan bersama James Carville dan Bob Shrum, mendirikan Democracy Corps, organisasi non-profit yang senantiasa mempelajari strategi politik negara berpaham kiri. Greenberg kaya raya dan dermawan. (RJ)

Baca Juga :  Jurus Golkar Ingin Hidupkan GBHN sebagai "Blueprint" Sistem Pembangunan Nasional

 

Media Center Relawan Jokowi
Sihol Manullang

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button