Home / Gosip / Menelaah pencapresan Jokowi (1)

Menelaah pencapresan Jokowi (1)

Bagikan Halaman ini

Share Button

2
Eugenius Kau Suni

JAKARTA, MORAL-POLITIK.COM – Joko Widodo (Jokowi) jangan maju dari partai politik lain. Sebab ketika menjadi Wali Kota Solo, Jawa Tengah, dan saat ini Gubernur DKI Jakarta, PDI Perjuangan adalah partai politik pengusungnya. Maka untuk melanjutkan perjalanan kepemimpinan, sebagai calon presiden pada pemilu 2014, pilihan partai politik sebaiknya tetap pada PDI Perjuangan. Hal ini berkaitan dengan komitmen untuk tetap berjalan sesuai tata nilai yang sekalipun tidak diatur secara spesifik, tetapi perlu dipelihara.

Komitmen moral untuk berpegang teguh dan mematuhi aturan main, berkaitan dengan integritas seorang pemimpin. Jokowi dalam arti tertentu saat ini merupakan figur harapan Indonesia baru, masa depan Indonesia, diharapkan tetap menjaga integritas kepemimpinannya, terutama tetap berkomitmen untuk terus memajukan kesejahteraan rakyat.

Meloncat dari partai politik yang satu ke partai politik lain, kadangkala bernada pengangkangan terhadap komitmen untuk menjaga harmoni dan kemajuan kerja bersama. Tidak sedikit politisi di tanah air berpindah-pindah partai politik, dengan dalih yang selalu indah dan manis. Padahal, hal tersebut mungkin saja tidak lebih dari usaha menghalalkan berbagai cara untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan.

Meloncat ke partai politik lain sebenarnya wajar saja dan tidak ada salahnya, sebab bisa jadi ada benarnya. Tetapi dalam konteks komitmen untuk bertahan dan menjaga tata nilai, hal ini menjadi sedikit bermasalah.

Kita khawatir ketika meraih tampuk kekuasaan, perilaku meloncat dan melabraki aturan dan tata nilai itu, menular dan menjangkiti yang lain. Misalnya, berkolusi dengan kejahatan dan mafia, mementingkan urusan pribadi dan kelompok, serta meraup kekayaan dengan cara-cara yang koruptif. Sebab pada dasarnya potensi tidak konsisten terhadap tata nilai dan norma-norma, telah ada sejak awal.

Baca Juga :  Usai mati-matian bela Ahok di ILC, Nusron ditraktir makan oleh...?

Jokowi Bisa Menang
Kembali ke Jokowi. Dukungan public terhadap Jokowi, sebagaimana tergambar melalui hasil-hasil survei, begitu besar. Ini fakta yang tak bisa dipungkiri. Rakyat cenderung lebih percaya kepada Jokowi, karena aksi-aksi kongkretnya dalam mengurusi kepentingan rakyat. Jakarta penuh dengan berbagai persoalan pelik yang sulit untuk diatasi dan dipecahkan, tetapi Jokowi sebagai pemimpin Jakarta selalu hadir di tengah-tengah persoalan itu. Rakyat merasa diperhatikan, ada harapan ditengah kesulitan dan persoalan hidup yang membelenggu.

Gaya blusukan Jokowi memang menuai kritik, tetapi gaya blusukan ini jauh lebih baik ketimbang memiliki pemimpin yang selalu berada nun jauh di sana, di singgasana kekuasaannya. Ada jarak dan keangkuhan. Figur Jokowi menjadi koreksi terhadap model kepemimpinan yang selama ini dipraktekan.

Wajar saja ada dukungan riil dari berbagai kelompok masyarakat agar Jokowi dicapreskan. Deklarasi pencapresan Jokowi bahkan terus meluas, dilakukan sendiri oleh kelompok-kelompok masyarakat, dengan berbagai nama dan julukan. Ini menunjukan aspek akseptabilitas seorang Jokowi ada dan jelas. Tinggal keberanian dan keikhlasan dari PDI Perjuangan untuk mengajukan dan mengusung Jokowi sebagai calon presiden dalam pemilu 2014 ini.

Mungkin mengajukan Jokowi sebagai capres tidak serta merta merupakan jaminan dan pilihan yang paling tepat untuk menang dalam pemilu presiden. Tetapi melihat hawa angin yang berhembus, banyak orang akan memilih Jokowi. Kalaupun nanti Jokowi kalah, kekalahan itu pasti tidak terjadi secara memalukan alias kalah terhormat. Jokowi bahkan berpeluang besar untuk dilegitimasi melalui proses pemilihan yang jujur dan adil. (bersambung)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button