Home / Kaukus / Mengapa Risma curhatnya ke DPR dan Petinggi Golkar?

Mengapa Risma curhatnya ke DPR dan Petinggi Golkar?

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Masih berbekas dalam memori, Kamis 20 Februari 2014 lalu, Walikota Surabaya, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, mengayuhkan langkah ke DPR RI di Senayan, Jakarta.

Sebuah kejutan besar sedang terjadi dalam belantara perpolitikan. Sebab bukan tokoh PDIP yang ditemui Risma, tapi dalam rangka menggelar pertemuan tertutup selama satu jam dengan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di ruang pimpinan DPR. Priyo sendiri adalah salah satu petinggi DPP Partai Golkar.

Dalam pertemuan itu, Risma curhat soal kejanggalan proses pemilihan dan pelantikan Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana, yang juga sesama kader PDIP dengan Risma.

Semakin terbuka dugaan ketidak sregkan Risma dengan wakil barunya yang dilantik 24 Januari 2014 itu.

Apa kata Risma yang bikin publik menjadi terheran-heran? Risma sempat menuturkan bahwa dirinya mohon bisa diklarifikasi di Komisi II DPR terkait proses pemilihan wakil walikota Surabaya (Wisnu).

“Mohon maaf, saya tidak mengerti soal politik. Yang saya tahu, ada keluhan dari DPR karena selama ini kami (Pemerintah Kota Surabaya) komunikasi dengan DPR. Saya takut ada yang salah dan saya diam saja,” kata Risma di DPR.

Soal wakil baru ini pula yang disebut-sebut membuat Risma sempat ingin mundur dari jabatan Wali Kota Surabaya. Wisnu merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Surabaya yang dipilih menggantikan Bambang Dwi Hartono yang mundur dari kursi Wakil Wali Kota Surabaya karena maju pada Pilkada Jawa Timur 2013.

Padahal hanya berselang beberapa hari sebelum datang ke DPR, Risma menerima petinggi PDIP di Surabaya. Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo membenarkan Risma sempat tak cocok dengan Wisnu, namun ketidakcocokan itu ia klaim telah diselesaikan di internal partai. “Usulan siapa wakil wali kota adalah rapat partai yang mengusung Ibu Risma,” kata Tjahjo.

Baca Juga :  Ini dia misteri pertemuan 5 pejabat asing dengan Jokowi (3)

Risma, lansir Viva.co.id, yang berlatar belakang pegawai negeri sipil dan birokrat tulen di Pemkot Surabaya diusung oleh PDIP pada Pilkada Surabaya 2010 untuk dipasangkan dengan Bambang DH yang merupakan fungsionaris PDIP Jawa Timur. Mereka memenangi pilkada dengan mengantongi 38,53 persen suara.

Namun kini munculnya Wakil Wali Kota Surabaya baru pilihan PDIP, Wisnu, membuat Risma seakan bersitegang dengan partai yang mengusungnya itu. Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Puan Maharani bahkan tak menutupi kejengkelannya pada Risma.

Puan meminta Risma tak mengumbar masalah di internal partai, dan fokus saja menjalankan tugas sebagai Wali Kota Surabaya. “Karena terkait PDIP, tidak usah curhat ke mana-mana. Di internal sudah clear, tidak ada masalah dari Wali Kota (Risma) dan Wakil Wali Kota (Wisnu Sakti Buana),” kata Puan, Senin 24 Februari 2014.

Jika Risma ingin mengadukan unek-uneknya langsung ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pun, Puan mempersilakan. Menurut putri Mega itu, sesungguhnya tak sulit untuk bertemu ibunya. “Jangan ada fitnah yang mengatakan karena ditolak (Mega), akhirnya Bu Risma pergi (mengadu) ke mana-mana. Tidak mungkin Ibu Ketum PDIP menolak bertemu Bu Risma,” ujar dia.

Puan pun bersedia menghubungkan Risma dengan Megawati. “Saya siap menjembatani. Bu Risma tinggal datang ke saya. Saya yang akan hubungkan Bu Risma dengan Bu Ketua Umum. Saya berharap, Bu Risma jernihkan masalah ini bersama keluarga besar PDIP. Tidak ada niat dari kami untuk membuat Bu Risma tidak nyaman di PDIP,” kata Ketua Fraksi PDIP itu.

Sebelumnya Risma memang sempat mengatakan ingin berdiskusi dengan Megawati. Namun ia sungkan dan tak berani menghubungi Mega lebih dulu. “Kan tidak semudah itu. Saya ini siapa,” kata dia. Sementara soal datang ke DPR untuk ‘mengadu’, Risma mengatakan ia hanya datang karena diundang. (erny)

Baca Juga :  PKS dukung Yusril dan MK : Pileg dan Pilpres serempak

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button