Home / Populer / NIK tak valid, 3,3 juta pemilih terancam terlanggar

NIK tak valid, 3,3 juta pemilih terancam terlanggar

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

 

Moral-politik.com : Pemilu Legislatif (Pileg) tinggal dua bulan lagi, tapi ternyata masih ada persoalan prinsip yang harus diselesiakan jika tak mau dinyatakan sebagai pelanggaran hak azasi manusia (HAM).

Indikator kearah sana cukup kuat oleh karena Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut sekitar 3,3 juta orang yang memiliki nomor induk kependudukan (NIK) tidak valid terancam terlanggar hak asasinya, yaitu hak untuk memilih.

“Potensi (pelanggaran HAM pada Pemilu 2014) besar. Sampai hari ini masih pada daftar pemilih. Kalau masyarakat tidak diikutkan, kan pelanggaran HAM. Karenanya, 3,3 juta pemilih yang tersisa, kami minta dibereskan,” ujar  di sela-sela pertemuan dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2014).

Melansir Kompas.com, Pigai mengatakan, pihaknya meminta Bawaslu melakukan pengawasan dengan maksimal dalam pemutakhiran data pemilih. Dengan begitu, setiap warga yang memang sudah berhak memilih dapat menggunakan suaranya pada Pemilu 9 April 2014 mendatang.

“Hak sipil dan politik adalah instrumen pelaksanaan pemilu di Indonesia yang terkait human right election, bahkan itu hak mutlak. Selama ini kami lihat beberapa kali pemilu, HAM belum menjadi perhatian. Kami ingin hak asasi menjadi perhatian pemerintah,” katanya.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay mengatakan, KPU dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tetap tidak dapat menemukan NIK atas 3,3 juta pemilih. Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif, diatur data pemilih harus memuat minimal lima elemen data, yaitu nama, tanggal lahir, alamat, jenis kelamin, dan NIK.

Jika itu tak dibereskan sebelum tanggal 9 April, apakah Pileg tetap dilaksanakan kendati melanggar HAM? Kita kembalikan kepada pihak-pihak yang berkompoten. (erny)

Baca Juga :  Yogyakarta kembangkan potensi wisata alternatif di 5 kabupaten/kota

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button