Home / Populer / Niti Susanto : Semoga diberi semangat baru di ‘Tahun Kuda’

Niti Susanto : Semoga diberi semangat baru di ‘Tahun Kuda’

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

 

 

 

Moral-politik.com : Joseph Niti Susanto, salah seorang sesepuh warga etnis Tionghoa di Kupang, berharap semua warga dan masyarakat Kota Kupang pada ‘Tahun Kuda’ sesuai penanggalan orang Tianghoa, semoga diberikan kekuatan, semangat baru dan kegigihan seperti seekor kuda.

Hal ini diungkapkan Niti Susanto kepada Kepada wartawan, Jumat (31/1/2014) usai ibadah perayaan Tahun Baru Imlek 2565 di Gereja Katedral Kristus Raja, Kupang.

Menurut dia, Tahun Baru Imlek merupakan momentum tepat melakukan refleksi, evaluasi dan transformasi diri menuju tingkat kebijaksanan, menjalin kesetiakawanan serta menumbuhkan kepedulian diantara sesama warga bangsa.  Ditengah keragaman dan kemajemukan, katanya, warga Tionghoa harus tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan tenggang rasa.

“Tidak boleh ada yang merasa lebih tinggi, lebih kuat atau lebih penting. Perbedaan bukan kendala, bukan rintangan untuk hidup rukun dan bersatu,” ucapnya.

Dia juga mengajak warga etnis Tionghoa di Kota Kupang, agar Tahun 2565  dijadikan sebagai ladang amal, lebih banyak berbuat kebajikan dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, dan bertepatan pula tahun ini adalah tahun kabar gembira atau tahun injil untuk orang-orang miskin.

“Keuskupan Agung Kupang juga akan merayakan ulang tahun ke-25, untuk itu, mari bersama-sama peduli terhadap orang-orang kecil. Bagamana partisipasi kita terhadap masyarakat yang berpenghasilan harian tidak tetap, marilah kita pikirkan bersama,” ajaknya.

Ibadah di Gereja Katedral dipimpin Romo Ambros Lajar, Pr. Ibadah dihadiri sekitar lima ratusan umat, baik etnis Tionghoa maupun dari warga pribumi.

Romo Ambros dalam misa itu mengatakan, Keuskupan Agung Kupang menetapkan tahun ini sebagai tahun injil bagi orang miskin. Karena itu, bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2565, semua umat diharapkan lebih memperhatikan orang-orang yang penuh dengan kekurangan atau kemiskinan. (richo)

Baca Juga :  Komisioner KPU : Klaim partai menang Pileg di luar negeri itu bohong

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button