2

 

 

Jakarta, Moral-politik.com : Teka teki soal siapakah yang menyewa jasa konsultan kawakan Amerika Serikat Stan Greenberg untuk melakukan survei elektabilitas para calonpresiden (Capres) di mana hasilnya Jokowi 68% dan PDIP 28%, adalah Partai Demokrat, bukan James Riyadi.

“Presentasi, diadakan di kantor Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Jadi tidak benar bahwa Stan Greenberg dibiayai oleh James Ryadi,” ungkap Utje Gustaaf Patty di Jakarta, Rabu  (12/2/2014).

Utje merasa perlu mengklarifikasi hal ini, dengan empat alasan. Pertama, TV One sudah dua kali menayangkan wawancara dengan Ketua Umum Bara JP Sihol Manullang, Senin-Selasa (10-11/2). Dalam wawancara sesungguhnya sudah ditegaskan, yang membayar Stan Greenberg bukan Jokowi dan bukan PDIP.

“Tayangan TV One hanya dari pihak Bara JP (sebagai pihak pertama yang mengumumkan hasil survei Stan Greenberg), tetapi tidak mewawancarai pengundang/pembayar Stan Greenberg,” ujar Utje.

Kedua,  hasil penelitian Greenberg disebut, ada yang menyebutnya  sebagai hoax (bohong) dan merupakan rekayasa. Ketiga, ada yang menyebut Stan Greenberg dipesan untuk merekayasa hasil survei, guna mengangkat nama Jokowi.
Alasan ke empat, kedatangan Tim Greenberg dikait-kaitkan dengan James Riyadi. Padahal James malah tidak tahu apa-apa, sama sekali tidak terlibat. Pemesan, justru orang lingkaran dalam kekuasaan.

“Kami tidak ada kaitan dengan James Riyadi. Klarifikasi ini bukan untuk membela James, tetapi jangan sampai pemesan survei bersembunyi dan menunjuk kambing hitam,” tegasnya. (ugp)

Baca Juga :  Ternyata Setya Novanto Lihai, Tak Ada Sanksi Baginya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here