Home / Populer / PDIP kembali digoyang isu mangkir Perjanjian Batu Tulis dengan Gerindra

PDIP kembali digoyang isu mangkir Perjanjian Batu Tulis dengan Gerindra

Bagikan Halaman ini

Share Button

as

ilustrasi

 

 

 

Moral-politik.com : Atmosfer perpolitikan di Persada Nusantara ini bakal meninggi suhunya, setelah sangkal-menyangkal antara dua partai politik yang pernah berkoalisi dan pemilihan umum presiden-wakil presiden 2009 silam, pernah terjadi beberapa kali melalui pernyataan-pernyataan politik di media massa.

Kini Partai Gerindra melalui Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo melemparkan kembali bola panas. Intinya adalah memastikan adanya perjanjian Batu Tulis pada 2009 lalu. Salah satu poinnya adalah menyatakan dukungan PDIP terhadap Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2014.

Menurut Hashim, kini PDIP malah berupaya menghindar dengan adanya perjanjian tersebut.

“Saya ada buktinya. Ada 3-4 orang petinggi PDIP yang tahu perjanjian ini,” kata Hashim usai peluncuran film dokumenter Sang Patriot, di DPP Partai Gerinda, Jakarta, Kamis‎ 13 Februari 2014.

Tidak hanya itu, lansir Viva.co.id, ia mengatakan siap membuka perjanjian Batu Tulis itu bila memang diperlukan. “Saya akan perlihatkan lagi perjanjian itu bila diperlukan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi mengatakan mendengar adanya perjanjian itu. “Saya hanya dengar. Saya nggak ada di sana. Tanya Fadli Zon, dia ada di sana,” kata dia.

Ia menyayangkan bila perjanjian itu tidak terealisasikan. Baginya perjanjian merupakan komitmen yang penting dalam dunia politik.

“Kita sama-sama pengagum Soekarno. Kita tetap komit dengan perjanjian. Kita sayangkan bila PDIP tidak komit,” katanya.

Baginya bila perjanjian ini bisa direalisasikan akan menjadi sebuah kekuatan yang besar. “Kalau Gerindra bergabung dengan PDIP ini jadi kekuatan besar. Tak akan ada yang menyangsikan,” katanya.

Meski begitu ia tidak terlalu mempermasalahkan bila PDIP menghindar dari perjanjian itu. “Kita bisa sendiri. Kita bisa dapat 30 persen. Kalau kita dapat itu ngapain yang lain,” ujarnya. (erny)

Baca Juga :  Ketika Jokowi ingin Dana Haji bisa diinvestasikan ke infrastruktur

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button