Home / Populer / Pengunjuk rasa bekali KPK “obat kuat” untuk periksa Airin

Pengunjuk rasa bekali KPK “obat kuat” untuk periksa Airin

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

Moral-politik.com : Setidak-tidaknya untuk kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nyengir-nyengir kuda menghadapi pengunjuk rasa—tidak seperti pengunjuk rasa sebelum-sebelumnya.

Mungkin sadar akan seksi, molek dan cantiknya tokoh yang diusulkan untuk diperiksa KPK sehingga mereka membawa
tiruan botol raksasa yang terbuat dari gabus. Botol tiruan yang diberi warna-warna cerah tersebut dinamakan sebagai obat kuat.

Adalah sekelompok orang yang mengatasnamakan Banten Crisis Center (BCC) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (3/2/2014). Mereka mendesak KPK mengusut dugaan keterlibatan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Tangsel yang menjerat suami Airin, Tubagus Chaeri Wardana.

“Periksa lagi Airin sebagai penanggung jawab Kota Tangsel,” kata koordinator aksi, Ichya Halimudin, melalui pengeras suara, di depan Gedung KPK.

“Kami berikan pil kuat dan jamu warisan leluhur Cap Dinasti. Ini bisa meningkatkan stamina, energi, dan tidak letoy memeriksa dan menangkap koruptor yang ada di Tangsel, termasuk Airin,” katanya.

Tampak gambar wajah Ketua KPK Abraham Samad di bagian depan botol tersebut. Botol itu bertuliskan “Obat Kuat, Macho, dan Tahan Lama”, produksi Banten Crisis Center. Tertera pula logo halal di bagian depan botol.

Sementara, bagian belakang botol memuat foto Airin dengan tulisan “Kelakuanmu Tak Semanis Wajahmu”. Selain itu, di bagian bawah wajah Airin dituliskan hastag #AirinTersangkaMundur.

Menurut Ichya, pihaknya juga mendesak Airin mundur dari jabatan Walikota Tangsel jika ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia juga meminta KPK langsung menahan Airin jika adik ipar Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu terbukti melangggar hukum.

“KPK tidak perlu menunggu waktu jika menetapkan Airin sebagai tersangka, maka langsung ditahan,” ucap Ichya.

Baca Juga :  “Kami anak-anak Solo menjadi generasi anti korupsi...Yes...yes...yes...!"

Selain membawakan KPK botol yang dinamai obat kuat, para pengunjuk rasa membawa spanduk dan poster yang berisi desakan bagi KPK untuk memproses hukum Airin. Adapun Airin pernah diperiksa KPK sebagai saksi bagi suaminya, Tubagus Chaeri Wardana. KPK menetapkan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan sebagai tersangka atas empat perbuatan korupsi, yakni dugaan suap sengketa Pilkada Lebak, dugaan korupsi alkes Tangsel dan alkes Banten, serta dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Hmmm, kreatif banget. Tapi hingga artikel ini ditayang belum ada reaksi dari KPK terhadap model unjuk rasa itu. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button