Home / Populer / Politisi Golkar : Masa seluruh rakyat mengarah ke Jokowi saja?

Politisi Golkar : Masa seluruh rakyat mengarah ke Jokowi saja?

Bagikan Halaman ini

Share Button

17

 

 

Moral-politik.com : Jika ada partai lain yang bernyali menuturkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sudah tak bisa disaingi lagi untuk menuju ke kursi RI 1 maka apa gunanya lagi dilaksanakan Pilpres?

Maka wajarlah salah satu partai pesaingnya PDIP, Golkar melalui Ketua DPP Partai Golkar  berujar tidak mau larut dalam tren euforia “mendewakan” figur Jokowi.

“Maaf ya saya nggak ikut-ikutan,” ujar Priyo dalam “Diskusi Mencari Pesaing Jokowi.”  Diskusi itu diselenggarakan lembaga survei Political Communication Institute (Polcomm Institute) di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Minggu 2 Februari 2014.

Melansir Viva.co.id, selama ini Priyo mengakui agak heran dengan semua arah yang mengerucutkan pada nama Jokowi sebagai capres, seakan-akan tidak ada nama lagi selain Jokowi. “Masa dari seluruh masyarakat Indonesia hanya mengarah pada satu orang saja?” kata Priyo.

Politisi yang tengah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR itu juga mengaku kualitas Jokowi masih bisa diperdebatkan dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. “Saya ini juga sering kritik ke Ibu Mega,” kata Priyo.

Priyo pun menilai hasil survei Polcomm Institute memberikan perpektif baru dalam menilai bursa capres 2014. Survei ini merilis sepuluh tokoh, dari tokoh parpol dan non parpol, yang dinilai layak bersaing dengan Jokowi. Salah satu tokoh yang dimunculkan yakni Tri Rismaharini, Walikota Surabaya yang juga kader PDIP. Priyo mengaku terkesima dengan munculnya nama-nama alternatif itu sebagai pesaing Jokowi.

Survei Polcomm Institute merilis tokoh parpol yang layak jadi pesaing Jokowi yaitu Tri Rismaharini (19,1 persen), Priyo Budi Santoso (18,5 persen), Hary Tanoesoedibjo (10,8 persen), Yusril Ihza Mahendra (9,7 persen) dan Puan Maharani (9,6 persen).

Sedangkan tokoh non parpol yakni Dahlan Iskan (18,7 persen), Irman Gusman (11,9 persen), Ali Masykur Musa (11,2 persen), Mahfud MD (10,3 persen) dan Gita Wirjawan (8,7 persen).

Baca Juga :  Bermain di Pantai Batu Nona, Kota Kupang (2)

Dua Tahap

Survei ini dilaksanakan dengan dua tahap. Pertama riset analisis konten untuk menjaring nama kandidat pemimpin nasional yang benar-benar diwacanakan media massa nasional sebagai capres dan cawapres. Heri mengatakan media massa yang diriset yakni 22 media dengan rincian 6 media cetak, 10 media televisi dan 6 media online.

Tahap kedua, survei memilih calon pemimpin alternatif 2014 yang potensial untuk bersaing dengan Jokowi. Nama pemimpin yang terjaring kemudian ditanyakan dalam survei dengan teknik wawancara langsung.

Survei dilakukan 2-25 Januari 2014 di 33 Provinsi dengan jumlah 1200 responden. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kesalahan 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Jika begitu kita menanti gebrakan Partai Golkar untuk singkirkan Jokowi dan memenangkan Capres mendatang. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button