Home / Populer / Semangat Kebangsaan Indonesia Kian Remuk dan Pudar

Semangat Kebangsaan Indonesia Kian Remuk dan Pudar

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

 

 

 

 

JAKARTA, MORAL-POLITIK.COM – Semangat nasionalisme, nilai-nilai kebangsaan yang ada dalam budaya dan tradisi masyarakat Indonesia, kini semakin remuk dan pudar. Kondisi ini dapat dilihat dari rendahnya rasa kebersamaan antara sesama warga bangsa dan berkembangnya kasus-kasus sosial.

Pandangan ini disampaikan Budayawan Indonesia Sri Eko Gal-Gendu, dalam sebuah diskusi terbatas saat peluncuran akun Twitter Inspirator Indonesia, di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Eko, pondasi kebangsaan Indonesia yang menjadi karakter bangsa sudah remuk dan semakin pudar. Ini dapat dilihat dari semakin hilangnya nilai-nilai budaya, tradisi, adat istiadat yang menjadi dasar semangat kebangsaan Indonesia.

“Saat ini rasa kebangsaan diantara sesama warga bangsa semakin pudar dan bahkan remuk, padahal rasa kebangsaan sangat penting ditanamkan dalam diri warga bangsa,” tegas Eko.

Bangsa Indonesia, lanjut Eko, memiliki beragam budaya dan tradisi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman budaya, nilai dan tradisi ini patut dihargai sebagai modal rasa kebangsaan sesama warga bangsa.

“Semakin pudarnya semangat kebangsaan Indonesia akibat lemahnya pemimpin dalam menjembatani dan menyemangati warga bangsa,” ucap Eko.

Eko berharap mulai saat ini warga bangsa harus kembali menanamkan sikap nasionalisme, nilai-nilai kebangsaan sebagai pondasi dalam hidup berbangsa dan bernegara. Pemimpin bangsa juga harus menyadari kondisi ini agar generasi akan datang tidak jatuh pada kondisi yang sama.

Hal senada juga disampaikan mantan Pembantu Rektor Universitas Atma Jaya Jakarta, Pietrus Selamin. Menurut Selamin yang mewakili kelompok akademisi, semangat kebangsaan Indonesia saat ini memang sudah pudar.

Berbagai kasus yang menyeruak di tengah masyarakat berawal dari rendahnya rasa dan semangat kebangsaan. Dan kalau kondisi ini dibiarkan, tidak menutup kemungkin terjadinya disintegrasi, sehingga pemimpin perlu mencermati dan menyemangati rasa kebangsaan diantara warga bangsa.

Baca Juga :  Polisi temui bukti tabungan Rosita yang tak diakui sekolah

“Saya rasa kondisi ini bisa mengacam disintegrasi kalau semangat kebangsaan terus tergerus dan semakin pudar,” tegas dia.

Pondasi kebangsaan kita tengah rapuh, tambah dia, untuk itu dibutuhkan transformasi nilai-nilai budaya yang berakar dari sejarah.

Selamin menuturkan, saatnya menumbuhkembangkan rasa dan semangat kebangsaan melalui nilai-nilai, budaya dan tradisi di dalam masyarakat. Dan pemimpin, akhir dia, harus berada di garis terdepan untuk mengajak masyarakat luas memperkuat semangat kebangsaan. (mrl)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button