Home / Kaukus / Sudjadnan minta KPK periksa Megawati…

Sudjadnan minta KPK periksa Megawati…

Bagikan Halaman ini

Share Button

5

ilustrasi

 

 

Moral-politik.com : Apakah tahun 2014 ini bukan saja menjadi tahun politik, tapi tahun pemberantasan korupsi?

Indikatornya, berbagai kasus dugaan korupsi berhasil diungkap ke permukaan, para aktor intelektual dan oknum pelakunya mulai menjalani proses hukum yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kabar paling anyar ini sungguh mengagetkan, datangnya dari mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), . Dia meminta KPK memeriksa Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran Sekretariat Jenderal pada 2004-2005.
Alasan Sudjadnan, Megawati selaku presiden saat itu meminta Kemenlu melaksanakan kongres internasional sebanyak mungkin.

“Bu Mega itu memerintahkan saya, Oktober 2003, untuk dilaksanakan penyelenggaraan konferensi internasional di Indonesia sebanyak mungkin, sesering mungkin,” kata Sudjadnan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/2/2014), lansir Kompas.com.

Sudjadnan menjelaskan, pelaksanaan konferensi internasional saat itu bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa di mata internasional yang saat itu sedang terpuruk. Sudjadnan mengaku hanya menjadi korban dalam kasus ini.

“Ada kawan-kawan yang datang ke Bu Mega. Bu gimana, sih, kenapa seorang Sudjadnan bisa jadi korban,” kata Sudjadnan menirukan perkataan temannya itu kepada Mega.

Sebelumnya, Wakil Presiden RI periode 2004-2009, Jusuf Kalla, telah diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Sudjadnan. Kali ini, Sudjadnan menyerahkan kesediaan untuk diperiksa KPK sepenuhnya kepada Megawati.
“Ya, Bu Mega, terserah beliau,” katanya.

Jusuf Kalla, yang akrab disapa JK, sebelumnya mengatakan bahwa Sudjadnan hanya melaksanakan perintah pemerintah. JK menjelaskan, perintah pelaksanaan konferensi itu terjadi mendadak sehingga proses lelang tidak diadakan.

Menurut Sudjadnan, perintah pelaksanaan konferensi internasional itu kali pertama muncul pada masa kepemimpinan Megawati. Saat itu, Indonesia tengah dalam kondisi krisis sehingga butuh dukungan internasional.

Baca Juga :  Dicuekin Megawati, Risma jadi rebutan PKS, Gerindra, Golkar?

Kemudian, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjabat menggantikan Megawati, kata Sudjadnan, Kemenlu tetap diperintahkan untuk banyak menggelar konferensi internasional. Sudjadnan menjelaskan, saat itu terjadi 17 kali konferensi internasional dan dua di antaranya menghasilkan uang untuk negara dari sumbangan negara asing yang nilainya mencapai Rp 40 triliun.

“Tidak ada kasus korupsi di mana yang dituduh berjasa bagi negara menghasilkan Rp 40 triliun,” ujar Sudjadnan.

Ia menambahkan, salah satu konferensi internasional yang menguntungkan bagi negara adalah konferensi mengenai tsunami Aceh. Saat itu, ia menjadi ketua panitia.

Sebagaimana diketahui, Sudjadnan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran Sekretariat Jenderal pada 2004-2005 untuk pelaksanaan konferensi internasional. Ia dijerat sejak 21 November 2011 dan baru ditahan pada 14 November 2013.

Akankah KPK memperhatikan permintaan Sudjadnan? Kembali kepada hati nurani para komisionaris KPK sebagai ratu adil… (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button