Home / Kaukus / Surya Paloh akan buktikan Partai Nasdem tembus 3,5%

Surya Paloh akan buktikan Partai Nasdem tembus 3,5%

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

 

 

 

Moral-politik.com : Hasisl survei terakhir menunjukkan ada empat partai yang bakal tak lolos ambang batas Parlemen jika dari sekarang tak membenahi kembali sejumlah kelemahannya.

Salah satu dari keempat partai tersebut adalah yang dipimpin oleh Sutya Paloh, Partai Nasdem. Apa kata Ketua Umum tersebut berkaitan dengan rencana kedepan agar bisa tembus ambang batas Parlemen sehingga bisa mewujudkan visi misinya?

Melansir Viva.co.id, ini dia hasil wawancaranya dengan Surya Paloh.

Pemilihan Umum tinggal menunggu hitungan bulan. Berbagai persiapan terus dilakukan semua partai, termasuk Partai Nasional Demokrat yang baru kali ini ikut Pemilu.

Ketua Umum sekaligus pendiri Partai Nasdem, Surya Paloh, berbagi cerita soal persiapan mengadapi Pemilu, mulai di pusat hingga pelosok. Memulai debut di Pemilu 2014, Surya optimistis Nasdem bisa mendulang banyak dukungan publik.

Dikenal sebagai salah satu juragan industri media nasional, Surya sebelumnya juga aktif di Partai Golkar selama lebih dari 40 tahun. Dia mundur dari partai beringin itu pada 2011 untuk fokus di Nasdem. Ini partai pendatang baru di kancah politik nasional, yang baru berdiri pada 26 Juli 2011.

Banyak pihak sudah mengira bahwa Nasdem merupakan kendaraan bagi Surya untuk maju dalam pemilihan presiden dalam Pemilu 2014. Namun, politisi yang tampil berapi-api setiap kali berpidato itu mengaku belum berpikir untuk segera mencanangkan diri sebagai capres, karena masih harus menunggu seberapa besar dukungan pemilih yang didapat Nasdem dalam pemilihan anggota legislatif April mendatang.

Tentu tak cuma semangat menang, kendala pun ada. Kepada wartawan VIVAnews Syahrul Anshari di kantor DPP Nasdem, di Jalan RP Soeroso, Menteng, Surya menceritakan semua. Berikut petikannya:

Pemilu 2014 tinggal beberapa bulan lagi. Apa saja persiapan partai Anda untuk menghadapinya?
Sebagai partai baru dan partai yang pertama kali ikut Pemilu, tentu ini event yang penting dan mulia. Nasdem sebagai partai baru  sangat menyadari harus melakukan segala sesuatu secara optimal.

Seluruh persiapan dilakukan agar semua program penguatan berstruktur partai dan konsolidasi berjalan efektif.  Kemudian bagaimana kami bisa meyakinkan masyarakat bahwa partai baru ini bisa memberi konsepsi dan gagasan yang mencerahkan.

Kami menyadari bahwa pandangan masyarakat kita terhadap peran partai  politik tidak dalam posisi yang menggembirakan. Ada kegalauan, ada kegelisahan, ada sinisme, ada apatisme di sana, hingga potensi jumlah pemilih menurun. Prediksi kami angka golput akan meningkat. Kami tidak menghendaki ini. Kami mau bangsa kita lebih kuat, kokoh. Pemilu yang telah disiapkan sedemikian rupa tidak boleh berjalan begitu saja tanpa partisipasi publik yang kuat.

Baca Juga :  "Jokowisme" : Keseluruhan praktik politik berbasis rakyat

Jadi persiapan kami harus cukup baik. Baik itu, dengan rapat-rapat kerja, maupun persiapan pelatihan para saksi-saksi. Kita memastikan bahwa 540 ribu jumlah TPS tidak ada satu pun yang tidak ada saksi dari Nasdem. Saya kira persiapan itu yang kami lakukan dan mudah-mudahan sudah bisa selesai.

Artinya mesin sudah mulai dipanaskan?
Sudah. Waktunya kurang dari hari lagi. Tidak ada waktu yang terlalu banyak bagi kami. Kami juga mempersiapkan kampanye-kampanye terbuka. Semuanya sudah dikelola oleh Bappilu Partai Nasdem.

Sebagai seorang pemimpin Partai Nasdem, apa yang sudah Anda lakukan?
Sebagaimana tadi, di tengah-tengah masyarakat kita yang galau, tidak terlalu punya antusiasme yang tinggi dengan menawarkan pikiran dan strategi jangka panjang. Semua tidak boleh kaku. Menjual gagasan atau konsepsi pemikiran itu tidak boleh kaku. Harus ada pernak-pernik semacam aktivitas selingan. Kalau kita datang ke petani, kami mendengarkan dulu kemudian baru bicara.

Kami juga memberikan gambaran lain. Di Partai Nasdem 75 persen calon legislatif wajah baru. DPR, DPRD. Nah, ini harus dijelaskan kepada masyarakat.  Dari 100 persen caleg, 70 persennya kalangan kaum muda, dan 75 persen dari 100 persen adalah orang yang tidak pernah menjadi caleg.

Jadi benar-benar fresh ya?
Fresh. Rata-rata75 persen belum pernah mencalonkan diri. Dibandingkan dengan sekarang 560 kursi anggota DPR yang dicalonkan kembali itu 94 persen. Jadi yang wajah fresh-nya itu hanya 5-6 persen. Dari 560 kursi yang tersedia di DPR, sebagian besar mencalonkan kembali.

Berapa target realistis Nasdem dalam Pemilihan legislatif?
Memang ambisi dan obsesi Nasdem ini tidak kecil. Nasdem boleh partai baru, tapi mengharapkan di atas 100 kursi. Bisa hitung sendiri.  Kalau Golkar 106 kursi ya 15 persen. Ya sekitar itu.

Seberapa yakin bisa mencapai target itu?
Saya percaya dengan pengalaman. Apa yang saya pahami dalam kancah dunia politik, sejak usia 15 tahun.  Berdasarkan pengalaman, apa yang saya pahami, insya Allah, barangkali proyeksi saya ini tidak terlalu meleset.

Saya 43 tahun di Golkar. Saya belum pernah ke mana-mana. Di Golkar, dari bawah, sampai paling atas. Saya mendirikan Partai Nasdem ini sudah hampir dua tahun lebih.

Apa indikator yang bisa ditunjukkan bahwa Nasdem bias mencetak sejarah baru dalam Pemilu pertama ini?
Kalau memang indikator itu kita bisa meraih 100 dari 560 kursi itu kan kursi DPR penuh diisi Nasdem. Saya yakin mereka kompeten. Kemampuan profesionalismenya, personifikasi dirinya, dan ketokohannya di daerah pemilihan mereka. Itu indikator yang baik.

Baca Juga :  Para TKI harus dibekali sebelum diberangkatkan

Jadi misalnya, calon si A di Bali. Saya sebutkan, tapi tidak sebut nama. Mungkin ada delapan kursi di DPR, kami yakin dia dapat. Targetnya berapa, satu. Dia tidak bikin target dua. Tapi dia yakin bisa peroleh satu.

Sekarang ada 77 dapil. Saya yakin tidak ada dapil yang kosong. 77 kursi. Itu paling bodoh. Coba lihat survei terakhir yang dilakukan oleh Kompas, menempatkan kita di lima besar misalnya, 6,9 persen itu relatif bagus. Kenapa? 95 persen dari 6,9 persen, di Pulau Jawa. Di luar Pulau Jawa ada 3,3 persen. Artinya bagi saya itu menarik.

Jika kemungkinan terburuk terjadi, target tidak tercapai, apa Plan B dan  Plan C dari Nasdem?
Jalan teruslah. Sebagai partai politik kan tidak hanya dibentuk untuk satu kali Pemilu. Yang terjelek itu dia tidak lolos parliamentary threshold.

Jika itu yang terjadi bagaimana?
Untuk apalagi? Artinya, ini harus jadi kerja bagus lagi. Untuk apa? Nggak perlulah saya pikir. Nggak perlu kapten sekelas abang, sekelas Surya, partai nggak lolos parliamentary threshold.  Saya pikir itu salah sekali. Kalau begitu, kasih ke kapten kecil saja.

Anda siap mundur kalau tidak lolos parliamentary threshold?
Ya harus dong. Nggak boleh tunggu lama-lama.

Apakah itu sebagai pertanggung jawaban seorang pemimpin?
Ya. Mungkin tidak butuh waktu terlalu lama. Seminggu barang kali bisa. Ya seharusnya. Hehehehe…

Jadi itu yang menarik, ada tekanan, ada semangat, ada keterbukaan, ada komitmen. Kita membangun negeri dengan itu. Sayangkan kalau kita tidak lakukan itu.

Apa kendala yang Anda hadapi di Pemilu 2014 ini?
Belum stabilnya pemahaman masyarakat untuk menerima Nasdem sebagai partai baru yang punya potensi untuk berkembang dan layak diperhitungkan. Khususnya dari komunitas pers dan lembaga-lembaga survei.

Coba bayangkan. Kalau mereka katakan, ‘Oh ini cuma sekian’, memang pada hari ini. Tapi kan survei calegnya belum dilakukan, baru elektabilitas, electoral threshold. Insya Allah dari waktu ke waktu kendala ini mampu diatasi.

Soal Pilpres dan capres, apa pandangan Nasdem?
Pilpres dan capres ini bagaimana pun merupakan positioning paling tinggi dalam sistem ketatanegaraan. Artinya, jabatan itu begitu strategis. Jadi saya melihat selektif sejak awal itu sudah tepat.

***

Nasdem akan membuka peluang koalisi?
Oh iya. Harus. Kita lihat nanti apa yang bisa kita lakukan. Tentu atas dasar mutual of respect, mutual of trust. Tidak menempatkan posisi Nasdem di bawah atau di atas. Standing order kita itu mutual of trust, sama-sama percaya. Mutual of respect, sama-sama kita menghargai. Pasti itulah yang dicari Nasdem.

Baca Juga :  PAN mengapresiasi Jokowi serius bangun Jakarta

Partai mana yang paling berpeluang berkoalisi dengan Nasdem?
Oh ada. Sebut saja oleh kamu. Semua berpeluang. PDIP berpeluang, Golkar juga berpeluang,

Demokrat, Gerindra?
Kita pikir memungkinkan. Masih terbuka.

Tidak ada sikap menutup terhadap partai-partai lain?
Tidak. Kami partai baru tidak langsung menutup. Cuma kan ada prioritas-prioritas. Khusus mengenai platform dan ideologi, semuanya sudah menyatakan sama. Kita punya platform yang sama, nasionalisme kebangsaan. Setahu saya begitu. Pasti tidak berbeda dengan Nasdem. Kecuali partai itu menyatakan dia tidak berplatform nasionalis kebangsaan, kita pasti tidak bisa menerima itu.

Sebagai pemimpin dan politisi senior, dulu di Golkar dan sekarang mendirikan partai, apakah Anda memiliki hasrat menjadi Presiden?
Begini, 10 tahun lalu saya menggagas konvensi calon presiden dari Partai Golkar. Saya harus menyatakan sejujurnya, penggagasnya adalah seorang Surya Paloh. Bukan Akbar Tandjung. Saya lakukan itu dengan optimal. Saya tahu itu akan memberikan hasil terbaik bagi Golkar maupun kepada ambisi politik saya. Untuk 10 tahun yang lalu.

Tapi Pemilu kali ini, mungkin saya berpikir tidak mengutamakan saya lagi. Saya ingin partai yang saya pimpin harus bisa memberikan sesuatu yang berarti. Yaitu, ketika konsepsi dan gagasan membawa gerakan perubahan restorasi Indonesia itu bisa diterima lebih banyak di tengah kehidupan kebangsaan kita.

Untuk itu, semua energi fokus menghadapi Pemilu Legislatif. Saya belum terpikirkan. Jadi tidak ada masalah orang bilang saya mau ikut, nggak ikut, nol persen, dua persen, saya tidak ada urusan.

Jadi Anda menolak capres?
Bukan soal masalah menolaknya. Terlalu naif juga saya menyatakan menolak. Bagaimana nanti dengan mereka-mereka yang mempunyai harapan? Dengan keanggotaan Nasdem 14,5 juta, ini bukan partai kecil. Infrastruktur partai yang sudah di desa-desa, ini bukan pekerjaan yang mudah. Tapi saya mau melihat hasilnya. Saya tidak mau pecah konsentrasi.

Artinya, saat ini sedang tidak ada ambisi untuk jadi capres?
Tidak ada. (Tapi) kalau kami di tiga besar, kami lihat nanti.

Masih banyak jalan ke Roma adalah simpulan akhir dari pernyataan sang Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button