Home / Traditional Dress / Taliban tawan seekor anjing militer AS berpangkat Kolonel

Taliban tawan seekor anjing militer AS berpangkat Kolonel

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

Kelompok Taliban memamerkan hasil jarahan mereka, yaitu seekor anjing militer. (sumber: Washington Post)

 

 

 

Moral-politik.com : Bukan manusia saja yang ditugas ke medan perang. Anjing-anjing yang dilatih khusus lalu diberikan pangkat sesuai dengan kecerdasannya turut dilibatkan.

Amerika Serikat adalah salah satu negara yang terkenal mengandalkan anjing untuk operasi-operasi khusus yang sangat membahayakan nyawa.

Cukup mengherankan memang, ketika kelompok Taliban memamerkan hasil jarahan mereka, yaitu seekor anjing militer, dan itu tergolong membuat sejarah tawanan perang baru. Sebab kejadian ini mungkin merupakan yang pertama terjadi di mana seekor anjing menjadi tawanan Taliban.

Adalah seekor anjing ras Belgian Malinois muncul dalam rekaman video yang diunggah kelompok Taliban. Anjing itu diikat tali ketat dan dikelilingi pria berjanggut bersenjata yang memamerkan jarahan mereka dari medan perang.

Mengenakan rompi pelindung hitam, anjing itu mengibaskan ekornya saat Taliban memamerkan senapan khusus dan alat pelacak global dengan lampu yang berkedip yang menempel pada badan anjing tersebut.

“Allah memberikan kemenangan bagi Mujahidind!” seru salah satu pejuang Taliban, lansir Beritasatu.com.

“Kalahkan mereka, kalahkan mata-mata mereka!”

Sebuah link video diposting minggu ini lewat Twitter oleh salah satu akun yang sering menyebarkan propaganda Taliban.

Seorang juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, mengatakan anjing itu ditangkap setelah baku tembak panjang antara pasukan koalisi dan pejuang Taliban di distrik Alin Nigar, Provinsi Laghman, Afghanistan, pada akhir Desember.

“Para Mujahidin dengan berani melakukan perlawanan keras terhadap pasukan itu selama berjam-jam,” kata juru bicara taliban dalam wawancara telepon, Kamis (6/2).

Anjing yang ditawan itu mengenakan pangkat Kolonel dan dilengkapi dengan perangkat elektronik canggih.

“Anjing sangat bernilai signifikan bagi Amerika,” katanya lagi.

Baca Juga :  Uzbekistan: Manusia Tertua di Dunia Tuti Yusupova, Usia 134 Tahun

Letnan Kolonel Will Griffin, juru bicara koalisi militer internasional di Afganistan, mengonfirmasi hal tersebut lewat surel bahwa pasukannya kehilangan anjing militer dalam operasi pada Desember silam.

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut soal insiden tersebut. Para pejabat di markas besar militer AS Pentagon mengatakan belum pernah ada kasus sebelumnya di mana anjing militer menjadi tawanan.

Anjing yang ditawan Taliban ini melekat pada unit Pasukan Khusus Inggris yang terlibat dalam baku tembak yang fatal pada 23 Desember. Hal itu dikatakan seorang pejabat militer yang mengatakan bahwa kewarganegaraan anjing itu dirahasiakan karena keputusan Kementerian Pertahanan Inggris untuk tidak membongkar identitasnya.

Pasukan Operasi Khusus AS memang sering menggunakan anjing ras Belgian Mainois, yang dibiakkan karena beratnya yang ringan, serta karena kelincahan dan daya tahannya yang tinggi.

Mereka dilatih untuk menggunakan parasut dan pengait. Beberapa dilatih untuk mengendus bahan peledak, sementara sebagian lain dilatih untuk menemukan narkoba.

Di Afganistan, anjing militer biasanya digunakan untuk mencari bahan yang mungkin dilapisi dengan bahan peledak sebelum tentara menginjakkan kakinya saat berada di medan perang.

Tak hanya tentara, para anjing militer pun diberi peringkat yang menentukan keseniorannya. Itu merupakan praktik yang didesain untuk memastikan bahwa manusia memperlakukan hewan yang berjasa dengan hormat. Pangkat para anjing melekat pada pelindung tubuh mereka.

Ketika Presiden AS Barack Obama mengunjungi Fort Campbell, Ky, untuk berterimakasih kepada pasukan elite yang menemukan dan membunuh Osama bin Laden di Pakistan pada 2011, satu-satunya nama operator khusus yang disebut adalah: Kairo, seekor anjing yang merupakan bagian tim Belgian Malinois. (erny)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button