Home / Sport / Tanesib dihukum 6 tahun penjara

Tanesib dihukum 6 tahun penjara

Bagikan Halaman ini

Share Button

5

 

Moral-politik.com : Maximus Tanesib terdakwa dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kapal cepat pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU) divonis lebih tinggi dari putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang sebelumnya.

Sesuai putusan banding  yang dikeluarkan Pengadilan Tinggi Kupang menyatakan, menerima permintaan banding dari Penuntut Umum dan Penasihat Hukum terdakwa tersebut,   mengubah putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kupang Nomor : 28/Pid.Sus/2013/PN.Kpg., tanggal 12 November 2013 yang dimintakan banding tersebut, sekedar mengenai lamanya pidana penjara yang dijatuhkan, Jumlah denda yang ditentukan dan menghilangkan kalimat dalam tempo 1 (satu) bulan tersebut pada poin 4, serta pidana tambahan terutama menyangkut pidana penjara karena terdakwa tidak mampu mengembalikan Uang Pengganti dalam waktu yang telah ditentukan kepadanya tersebut pada poin 5.

Kasi Intel Kejari Kefamenanu, Wira kepada Moral-politik.com, Senin (3/2/2014) mengatakan, dalam putusan banding yang dikeluarkan PT Kupang menyatakan menjatuhkan pidana kepada terdakwa Maximus Tanesib alias Maxi dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp.100.000.000.

Dalam putusan itu, kata Wira, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar setelah putusan pengadilan ini berkekuatan hukum tetap, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Selain itu, lanjutnya, menjatuhkan Pidana tambahan kepada Terdakwa untuk membayar Uang Pengganti Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp.37.860.075 dengan catatan  paling lama 1 bulan setelah putusan pengadilan ini berkekuatan hukum tetap, dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1  bulan tersebut, maka harta bendanya disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi Uang Pengganti Kerugian Keuangan Negara tersebu,t dan dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama 6 bulan.

Baca Juga :  Para Caleg Jangan Hanya Utamakan Baliho di Jalan

Putusan banding itu menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kupang untuk selebihnya memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan,  menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa tersebut dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dan  membebani terdakwa untuk membayar biaya perkara dalam kedua Tingkat Pengadilan, yang di Tingkat Banding ditetapkan sebesar Rp. 5.000.  (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button