Home / Populer / Teganya Sekretaris KPU bunuh selingkuhannya di mobil dinas

Teganya Sekretaris KPU bunuh selingkuhannya di mobil dinas

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 

 

Moral-politik.com : Jika cinta terlarang telah menuai kerikil-kerikil, pilihan yang sering diambil selain putuskan hubungan atau nyawa melayang.

Cinta terlarang itu tak mengenal pangkat dan status sosial. Sebab cinta itu terlahir dari perasaan, kendati perasaan terlarang sekalipun.

Seperti yang dijalani oleh Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ogan Ilir, Sumatera Selatan, (51 tahun). Dirinya tega membunuh Rita B Masron (38 tahun) yang diduga selingkuhannya.

Peristiwa itu terjadi Jumat, 14 Februari 2014 sekitar pukul 16.00, di pom bensin kawasan Indralaya. Rita tewas setelah dipukul kepalanya oleh Dedi berkali-kali dengan menggunakan kunci roda mobil.

Kejadian berawal saat korban dan pelaku bertemu di sebuah pom bensin di kawasan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Keduanya berencana akan ke rumah orangtua Dedi di Desa Tanabang, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir.

Setiba di rumah orangtua pelaku, keduanya kembali  pulang ke Indralaya. Namun, saat di perjalanan, mereka bertengkar. Ujungnya, pelaku memukul korban dengan kunci roda hingga tewas.

Melansir Merdeka.com, Dedi kemudian membuang mayat korban di tepi Sungai Desa Bantian, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir.

Kapolresta Ogan Ilir, Ajun Komisaris Besar Asep Jajat Sudrajat, mengatakan tersangka berhasil ditangkap Senin, 17 Ferbruari 2014, sekitar pukul 02.00. Dedi ditangkap di rumahnya, di Jalan Alamsyah Prawiranegara Palembang.

“Kami mendapatkan laporan warga yang menemukan jenazah korban pada Sabtu kemarin. Setelah dilakukan pengembangan dan identitas korban, serta satu saksi kunci, kami mengarah kepada pelaku. Sewaktu ditangkap, pelaku langsung mengaku kalau dia yang membunuh korban,” kata Asep menjelaskan.

Menurut Asep, korban dibunuh di dalam mobil dinas pelaku, Grand Livina warna hitam dengan pelat nomor BG 1124 TZ.

Baca Juga :  Soal "Surat Al-Maidah ayat 51", ini sikap Fadli Zon...

“Tersangka mengganti pelat mobil tersebut dengan pelat warna hitam. Sedangkan pelat mobil dinas diletakkan pelaku di dalam mobil,” ujarnya.

Sementara, Dedi Albakir mengaku nekat membunuh selingkuhannya itu, lantaran tidak diperbolehkan oleh korban untuk mengangkat telepon dari istrinya.

“Istri saya menelepon saat di perjalanan. Waktu mau saya angkat dia menghalangi saya. Saya emosi dan langsung mengambil kunci roda di bawah jok mobil,” ungkap Dedi di Mapolres Ogan Ilir.

Dedi mengaku sudah lama mengenal Rita sejak menjadi instruktur senam di KPUD Ogan Ilir. Dari situ, keduanya menjalin hubungan asmara.

“Waktu itu dia menjadi instruktur senam di tempat saya kerja, di KPU Ogan Illir. Beberapa lama kemudian kami menjalin hubungan,” katanya.

Dedi dijerat pasal 340 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman seumur hidup. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button