Home / DPRD Kota Kupang / Warga Oesapa keluhkan genangan air

Warga Oesapa keluhkan genangan air

Bagikan Halaman ini

Share Button

IMG-20140130-01752

 

 

 

Moral-politik.com : Rendahnya pekerjaan jalan lapen yang dikerjakan Desember 2013 lalu oleh Dinas PU Kota Kupang, melalui kontraktor di Rt 36 sampai Rt 39, tepatnya di jalan  Kelapa Gading, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, membuat warga yang berada di wilayah tersebut mengeluh.

Pasalnya, tiap kali hujan rumah warga yang berada di bagian wilayah bawah selalu tergenag air. Karena  semua air dari wilayah atas tepatnya dari Rt 38 mengalir  melalui jalan tersebut akibat rendahnya jalan tersebut maka rumah warga dibagian bawah selalu tergenang.

Hal ini dikeluhkan salah seorang warga, Semy Nome, warga Rt. 37, saat pihak kelurahan yang diwakili  Sekertaris Lurah Oesapa Agustina Atik, Sekertaris LPM Dominggus Osa berserta Anggota DPRD Kota Kupang Imanuel Haning melakukan pemantauan  lokasi tersebut, Minggu  (02/02/2014).

Ia menuturkan, masalah yang dihadapi warga yang memiliki rumah tepatnya di Rt 36 sampai Rt 37 mengalami kesulitan saat musim hujan,karena semua rumah mereka dipenuhi air akibat proyek jalan lapen yang dikerjakan pada Desember 2013 terlalu rendah sehingga semua air dari posisi wilayah atas mengalir masuk ke rumah warga.

“Proyek jalan ini sudah rendah dan juga tidak ada drainase sehingga semua air yang melawati jalan ini semua mengalir masuk ke rumah warga sehingga semua rumah tergenang dengan air tersebut,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Sekertaris LPM Dominggus Osa bahwa proyek jalan Desember 2013 dengan panjang pekerjaannya kurang lebih 50 meter di jalan  Kelapa Gading Kelurahan Oesapa, sangat rendah, sehingga musim hujan seperti saat rumah  warga yang berada di bagain bawah selalu digenangai air.

“Hal ini saya bersama pihak kelurahan juga sudah pernah menyampaikan ke Dinas PU, tetapi hingga saat belum juga ada tindak lanjuti. Hal ini yang membuat warga disekitarnya mengeluh. Kami berharap dengan masih dalam tahap pemeliharaan, jalan ini bisa ditinggikan, karena  tiap musim hujan warga disini yang kena  imbasnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sidang APBD murni Kota Kupang resmi digelar

Masalah genangan ini juga bukan hanya terjadi di wilayah Rt 36 dan Rt 37,tetapi juga terjadi diwilayah Rt 24, 25,  Rw 9 Kelurahan yang sama disekitar pesisir pantai.

Ketua Rt 25, H.Adam Malik Rasik  yang ditemui di lokasi menuturkan, saat musim hujan,  wilayah di Rt 24 hingga Rt 29 selalu tergenang air. Semua rumah tergenang air akibat drainase yang ada sudah tersumbat dan sehingga air tidak bisa dibuang ke laut, sehingga para warga akhirnya nekat membobol tembok penahan gelombang guna air tersebut bisa mengalir keluar.

Ia mengatakan, dalam pembobolan ini warga  sudah berkoordinasi dengan pihak Kelurahan dan pihak kelurahan berkoordinasi dengan Balai Sungai dan Pengairan Nusra II dan mereka mengijikannya.

“Jika tidak dibobol maka semua rumah yang ada bakal tergenang air. Kami minta pemerintah  memperhatikan drainase agar bisa diperbaiki,” pungkas dia. (nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button