Home / Populer / Wiranto nonaktifkan sejumlah kader terbaiknya dari Hanura

Wiranto nonaktifkan sejumlah kader terbaiknya dari Hanura

Bagikan Halaman ini

Share Button

16

 

 

Moral-politik.com : Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dilanda isu perpecahan dalam tubuhnya sendiri. Bermula dari tindakan yang diambil oleh Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto.

Kendati demikian Wiranto menampik adanya perpecahan di lingkungan partai politik yang dipimpinnya meski ada kebijakan untuk menonaktifkan jabatan sejumlah kader.

“Hanura tidak pernah pecah karena menggunakan hati nurani,” katanya usai peresmian sentra pemenangan caleg Hanura dan pasangan Win-HT (Wiranto-Hary Tanoesoedibjo) di Medan, Kamis.

Menurut Wiranto, lansir Antara, penonaktifan jabatan sejumlah kader Partai Hanura bukan didasari adanya perpecahan, melainkan dalam menjaga reputasi partai sebagai parpol yang bersih.

Ia mencontohkan penonaktifan Zulkifli Efendi Siregar sebagai Ketua DPD Partai Hanura Sumut disebabkan sedang diperiksa pihak kepolisian dalam dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan.

Demikian juga dengan penonaktifan politisi senior yang juga salah satu pendiri Partai Hanura Bambang W Suharto disebabkan perusahaannya diduga terlibat gratifikasi.

Namun ia menegaskan jika berbagai kebijakan politik yang ditetapkan tersebut bermuara dan berorientasi pada kepentingan lebih besar yakni kemenangan Partai Hanura dalam Pemilu 2014.

“Jadi, tidak ada satu pun kebijakan yang berorientasi pada kepentingan pribadi atau melemahkan partai. Itu pasti,” katanya didampingi Hary Tanoesoedibjo.

Ia mengatakan, berbagai lapisan masyarakat telah mengetahui jika Partai Hanura adalah parpol bersih yang tidak menolerir berbagai tindakan yang melanggar aturan dan hukum.

Untuk menjaga marwah partai, pejabat Partai Hanura yang diduga terlibat kasus korupsi atau masalah hukum lainnya akan langsung dinonaktifkan.

Penonaktifan jabatan beberapa kader Partai Hanura tersebut justru dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi yang bersangkutan agar lebih fokus menyelesaikan masalahnya.

“Dinonaktifkan agar lebih bisa mendapatkan waktu yang sebanyak-banyaknya untuk membersihkan tuduhan itu. Kalau sudah bersih, `please` kembali lagi pada posisinya,” ujar Wiranto.

Baca Juga :  Jelang debat, ini permintaan SBY kepada Agus...

“Nonaktif bukan berarti disingkirkan, tetapi untuk memiliki waktu membuktikan ketidakbenaran masalah yang dihadapi. Itulah hati nurani. Dengan hati nurani kita bersikap tegas, dengan hati nurani kita juga tabah,” kata mantan Panglima ABRI itu. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button