Home / Populer / Abah Otong : Tak selamanya orang tinggi itu “anunya” bisa diandalkan

Abah Otong : Tak selamanya orang tinggi itu “anunya” bisa diandalkan

Bagikan Halaman ini

Share Button

4ilustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Rupanya tak selamanya bertubuh tinggi tegak berarti keperkasaannya berbanding lurus dengan tubuhnya itu.

Tabir ini dikuakkan oleh Abah Otong. Menurut penuturannya sebagaimana dilansir merdeka.com, kalau dikatakan negara Arab Saudi dikenal dengan ukuran penis jumbo tak selamanya benar. Abah Otong berkukuh itu hanya selentingan saja. Sebagai contoh, ada empat orang Arab harus menembus jarak sekitar 7.900 kilometer untuk memburu sentuhan tangan Abah Otong.

Pasien dari negara Dua Kota Suci itu bisa mengetahui kemahiran Abah otong memperbesar penis berawal dari telepon seluler Abah tertinggal di sebuah toko emas seberang Masjid Al-Haram. Pemilik toko rupanya mengecek isi telepon Abah berupa ratusan foto penis para pasiennya.

Rupanya lelaki Arab itu sangat berhasrat melihat ukuran jumbo alat kelamin polesan Abah. bersama ketiga rekannya, dia mendatangi rumah praktek Abah di Serang. “Sampai sekarang masih telepon-teleponan. Orangnya fasih bahasa Indonesia,” kata Abah saat ditemui merdeka.com di rumah prakteknya, Kramat Watu, Banten.

Pria Arab itu puas dengan penis baru racikan Abah. Dia kemudian merekomendasikan keahlian Abah itu ke teman dan kerabatnya. Mereka sudah menunggu kedatangan Abah di Arab Saudi. “Katanya kalau sedang umrah telepon dia di sana,” ujar Abah.

Beberapa bulan lalu dia kedatangan delapan warga Thailand berbadan tegap dan besar mendatangi tempat praktiknya. Abah sempat kaget karena mengira orang tersebut sebagai petugas. Ternyata mereka adalah kru kapal berniat memoles penis menjadi lebih besar.

“Mereka biasa singgah di Pelabuhan Merak. Dibawa sama tukang pijat di sana untuk membesarkan punyanya,” kata Abah.

Menurut Abah, penis warga Negeri Gajah Putih itu terbilang aneh. Bentuknya lebih kecil dibanding kepunyaan orang Indonesia. Apalagi, di batangnya terdapat sebuah jengger layaknya binatang melata.

Baca Juga :  Menagih janji Kapolri soal urus ulah negatif anggotanya

Lain lagi dengan seorang warga India biasa berdagang di Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengalami masalah dengan urusan syahwat. Pria sudah tinggal hampir lima tahun di Indonesia ini mengetahui praktik Abah Otong dari temannya sesama pedagang asal India.

“Orang Korea Selatan juga pernah ada, datang ke sini bawa penerjemahnya, minta digedein juga,” ujar Abah. (ren)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button