Home / Populer / Australia : Cium pasien, dokter asal Yordania diperkarakan

Australia : Cium pasien, dokter asal Yordania diperkarakan

Bagikan Halaman ini

Share Button

4ilustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Nahas menimpa seorang dokter asal Yordania, Ammar Dhaimat. Dirinya dilaporkan oleh pasien perempuan karena melakukan perbuatan tidak senonoh di ruang praktik. Peristiwa itu terjadi pada 25 April 2013 yang lalu.

Dilansir ABC News, Kamis 13 Maret 2014, perempuan berusia 21 tahun tersebut merupakan salah satu pasien tetap Dhaimat di Belconnen Medical Centre, Canberra, Australia. Hal tersebut bermula ketika sang dokter memberinya suntikan B12.

Seharusnya pekerjaan itu bisa dilakukan suster. Namun, dengan alasan saat itu sedang tidak ada suster yang bekerja, maka Dhaimat melakukan hal itu seorang diri.

Saat itulah, Dhaimat menyentuh punggung sang pasien dan bergerak maju untuk menciumnya. Dalam keadaan bingung, pasien itu secara refleks langsung memalingkan kepala.

Namun, menurut korban, bibir Dhaimat berhasil menyentuh bibirnya selama satu detik. Selain itu, Dhaimat juga meremas bokongnya. Menurut dia, hal tersebut dilakukan untuk memberi keberuntungan.

Saat itu, korban bercerita di hadapan sidang, dia berupaya lari ke ruang kerja Dhaimat untuk mengambil tasnya dan melarikan diri. Tetapi diikuti oleh sang dokter dan dia kembali meremas bokongnya sebelum akhirnya dicium kembali.

Namun, di ruang sidang, Dhaimat berulang kali membantah peristiwa itu pernah terjadi. Sebelumnya, dia bisa saja bebas dengan uang jaminan, tetapi, nama Dhaimat ternyata masuk dalam daftar DPO interpol, lantaran pernah berulah serupa terhadap seorang pasien di Inggris.

Polisi di Inggris membebaskan Dhaimat dengan uang jaminan, namun dia malah kabur ke Australia. Namun, pengacara Dhaimat membantah kliennya pernah berpraktik di Inggris. Pria Timur Tengah itu sudah berpratik sebagai dokter di Negeri Kanguru selama lima tahun.

Selain itu di Belconnen Medical Centre, dia bekerja sebagai dokter senior.

Baca Juga :  Gallery Foto Pelantikan Pejabat Eselon II oleh Gubernur NTT (1)

Alhasil, Dhaimat didakwa melakukan perbuatan tidak senonoh. Dalam sidang sebelumnya, Dhaimat divonis enam bulan penjara. Tetapi hanya masa percobaan selama dua tahun.

Kasusnya pun kini telah bergulir ke Mahkamah Agung. Menurut pengacara Dhaimat, Theresa Warwick, kliennya tidak perlu dihukum bui. Pasalnya pemberitaan yang luas di berbagai media, sudah cukup membuatnya stres dan dianggap hukuman yang cukup.

“Kasus ini telah berdampak serius dalam kehidupannya,” ujar Warwick membela sang klien, lansir viva.co.id

Namun, Jaksa Penuntut, Shane Drumgold, meminta kepada Hakim John Burns untuk memberinya hukuman yang lebih berat. Hakim Burns pun setuju, lantaran ingin mengirimkan pesan agar dokter lainnya tidak berbuat hal serupa. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button