a

MORAL-POLITIK.COM – Verceli, balita berusia 6 bulan asal Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ini, terpaksa harus hidup menderita tanpa anus atau dalam istilah medis disebut kelainan atresia. Ingin operasi tapi tidak punya biaya.

Verceli adalah anak pasangan Gaspar Kan (23) dan Germania Seli (23) warga Kampung Pompong, Desa Wae Nggori, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Orang tua Verseli adalah keluarga tidak mampu. Ayahnya hanya seorang buruh bangunan. Sedangkan ibunya cuma seorang ibu rumah tangga.

Gaspar mengatakan, menginginkan anaknya dioperasi di Rumah Sakit di Pulau Bali, namun karena keterbatasan biaya, maka niat tersebut harus ditunda.

“Saya tidak punya banyak uang untuk operasi anak pertama saya, sehingga saya butuh bantuan,” kata Gaspar Kan, ayah Verceli, kepada media ini, Minggu (2/3/2014).

Gaspar mengaku, telah berupaya mencari dana dengan bekerja sebagai tukang bangunan di Manggarai Barat. Namun, upayanya belum membuahkan hasil, dana yang dibutuhkan belum cukup untuk operasi anaknya di Denpasar-Bali.

Menurut dia, operasi anaknya hanya bisa dilakukan di RS yang ada di Denpasar-Bali dengan biaya yang cukup besar. Karena itu, dia membutuhkan uluran tangan sesama, maupun pemerintah untuk biaya operasi anaknya tersebut.

“Dana yang dibutuhkan untuk operasi sangat besar, saya tidak memiliki uang yang cukup,” ujarnya.

Verceli diketahui tak memiliki lubang anus setelah dilahirkan di RSUD Ruteng. Dokter di RSUD Ruteng sudah membuat lubang buatan sementara di bagian perut agar Verceli  bisa buang air besar.

Pihak keluarga berupaya agar Verceli bisa dioperasi, tapi tak membuahkan hasil. “Karena keterbatasan ekonomi, operasi untuk membuat lubang anus hingga saat ini belum terkabulkan,” jelasnya.

Melihat kondiasi buah hati yang mengalami kesulitan untuk membuang hajat ini, orang tua Verceli hanya bisa berharap, semoga ada donatur yang mau bermurah hati membantu biaya operasi anak tercinta mereka Verceli. (satria)

Baca Juga :  Penyebab Dolar AS tembus Rp 13.500

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here