Home / Populer / Demokrat tampik pemerintah lambat tangani pembebasan Satinah

Demokrat tampik pemerintah lambat tangani pembebasan Satinah

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

 

JAKARTA, MORAL-POLITIK.COM – Partai Demokrat menampik tudingan para elit politik yang menilai pemerintah lamban menangani kasus Satinah yang sebentar lagi akan dihukum mati dengan cara dipancung di Arab Saudi.

Caleg DPR RI Partai Demokrat A. Brahmana, mengatakan tidak benar jika pandangan beberapa kalangan mengenai pemerintah lambat melobi pemerintah Arab Saudi untuk meloloskan Satinah dari ancaman hukuman pancung.

“Presiden pasti sudah memikirkan jalan keluar terbaik bagi Satinah yang saat ini sedang menunggu eksekusi,” kata Brahmana di Jakarta, Jumat (28/3/2014).

Menurut Brahmana, peran pemerintah dalam hal ini sudah sangat besar sebagai upaya untuk membebaskan Satinah melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Luar Negeri.

“Presiden telah mengambil langkah yang tepat  bagaimana caranya agar diyath yang diminta bisa dibayar segera,” yakin dia.

Kasus Satinah yang akan menjalani hukuman mati di Arab Saudi kini kembali menjadi isu nasional. Seperti diketahui, Satinah terancam hukuman mati setelah membunuh majikannya di Arab Saudi. Satinah bisa bebas jika bisa membayar denda (diyath).

Pemerintah Indonesia melakukan lobi-lobi terkait pembayaran uang diyath (kompensasi uang darah) yang semula diminta 15 juta riyal (Rp45 miliar, kemudian diturunkan menjadi 10 juta riyal (Rp30 miliar), dan terakhir keluarga korban mematok sebesar 7 juta riyal (Rp21 miliar). Tanggal 3 April mendatang adalah batas akhir pembayaran diyath. (Wildus)

Baca Juga :  Peringati HUT OPM, Kepolisian Siap Bubarkan

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button