MORAL-POLITIK.COM: Perang dingin antara Rusia dan Ukraina semakin memburuk dan keselamatan warga negara asing di Ukraina menjadi perhatian serius pemimpin negara asalnya.

Terus memburuknya situasi di Ukraina pasca-krisis politik dan ancaman invasi militer Rusia, mendorong Kedutaan Besar Republik Indonesia (RI) di Kiev bersiap mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI).

Militer Rusia mengancam akan “menyerbu” Ukraina kecuali pasukan Ukraina menyerah dari Crimea dan memberikan tenggat waktu hingga pukul 05.00 pagi waktu Kiev atau 10.00 WIB.

Kendati demikian menurut Duta Besar RI di Ukraina, Niniek Kun Naryatie, situasi di negeri itu belum menunjukkan kegentingan.

“Dari berita yang saya dengar dan lihat di media setempat, di Crimea tidak terjadi apa-apa meski ada tenggat waktu sampai jam 05.00 pagi,” kata Niniek kepada wartawan BBC Indonesia, Nuraki Azis, Selasa (4/3/2014), lansir detik.com.

Di Ukraina terdapat sekitar 60 orang WNI. “Tetapi, di Crimea tidak ada warga negara Indonesia karena sebagian besar di Kiev antara lain staf KBRI dan keluarganya,” tambahnya.

Laporan wartawan BBC, Mark Lowen, di Crimea mengatakan bahwa Selasa pagi waktu setempat terjadi ketegangan antara pasukan Rusia dan Ukraina. Pangkalan-pangkalan militer utama Ukraina terus dikepung oleh pasukan Rusia yang jumlahnya di Crimea sudah mencapai ribuan.

Mengantisipasi pecahnya kontak senjata, KBRI merancang tiga tahap rencana darurat untuk mengevakuasi WNI sesuai perkembangan di lapangan. WNI juga diminta untuk selalu kontak dengan KBRI dan sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar rumah.

Baca Juga :  Prabowo - Hatta bersua SBY di istana negara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here