Home / Populer / Gaya Wawan buang uang bak sampah…

Gaya Wawan buang uang bak sampah…

Bagikan Halaman ini

Share Button

6

 

 

JAKARTA, MORAL-POLITIK.COM – Di negeri ini bagaikan berada dalam suatu lingkaran korupsi. Setiap hari pembaca selalu disuguhi oleh media tentang berita korupsi.

Salah satu pelaku korupsi yang paling fenomenal  dibicarkan semua media massa selama dua bulan terakhir adalah pengusaha kaya, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan.

Sesuai data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan, jika adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut tersebut, ratusan kali melakukan transaksi mencurigakan. Pada masing-masing transaksi, nilainya mencapai miliaran rupiah.

Beranjak dari wacana tersebut KPK mencurigai ada yang tidak beres dibalik transaksi si ganteng (Wawan) yang saat ini menjadi penghuni Rutan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

KPK mulai menyelidiki seluk beluk transaksi Wawan yang dinilai ada unsur tindak pidana. Setelah KPK bekerja secara extra akhirnya membuahkan hasil ada indikasi Wawan melakukan Tidandak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam aksi transaksi. Tanggal 2 Oktober 2013 KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), sehingga pemilik mobil ferrari tersebut ditangkap tanpa melakukan perlawanan di Jalan Denpasar, Jakarta.

Ketika dilakukan pengembangan oleh KPK, ternyata pemilik diskotek yang terkait kasus perkara suap kepada Akil Mochtar selaku hakim konstitusi yang menangani sengketa Pilkada Kabupaten Lebak Banten.  Terkait juga dengan beberapa kasus antara lain korupsi pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dan korupsi pengadaan alat kesehatan di lingkungan Provinsi Banten.

Dari hasil penyelidikan tersebut, KPK bertindak cepat dengan melakukan penyitaan terhadap beberapa barang bukti yakni, 40 Mobil dan 1 buah Motor Harley yang diduga merupakan hasil TPPU  Suami Walikota Tangerang Selatan tersebut. Sesuai imformasi yang didapat dari KPK, nilai keseluruhan kendaraan yang disita sangat fantastis yakni, mencapai RP 40 miliar.

Baca Juga :  Dubes RI untuk Australia dipanggil pulang

Kepala Bengkel Butik Mobil RHYS Jakarta Thomas Suharso yang dipanggil KPK untuk mengecek kondisi mobil-mobil tersebut, mengatakan si ganteng tahanan KPK dapat menghabiskan uang Rp 30 juta  setiap bulan untuk biaya perawatan mobil per unit.

“Satu bulan Wawan wajib mengeluarkan Rp 30 juta untuk perawatan, tetapi Rp 30 juta itu hanya untuk 1 mobil saja bukan semuanya,” tutur Thomas.

Tidak hanya demikian pemilik 40 mobil yang memiliki hobi menghambur-hamburkan uang tersebut memberikan gratifikasi kepada beberapa anggota DPRD Banten dan beberapa artis papan atas, diantaranya Jennifer Dunn, Catherine Wilson, dan Rebecca Reijman.

Padahal di negeri ini banyak orang yang berusaha membanting tulang mencari uang, sedangkan pemilik Motor Harley membuang uang begitu saja tanpa beban, bagaikan membuang sampah dalam kotak sampah.

Perilakunya tersebut membuat seluruh masyarakat Indonesia mulai tidak sabar menunggu  sidang pembacaan dakwaan perdana terhadap Wawan, degan harapan pelaku didakwa seberat-seberatnya. Namun, harapan masyarakat tentang hasil dakwaan yang dijadwal pada hari Senin 24 Februari 2014 tersebut akhirnya kandas  karena sidang dinyatakan tunda sebab terdakwa sakit.

Kuasa hukum Wawan, Pia Akbar mengatakan Wawan tidak dapat hadir karena divonis dokter mengalami sakit maag dan vertigo sehingga perlu dirawat.

“Klien saya teridentifikasi sakit maag dan vertigo, bahkan sempat pingsan sehingga dibantu oleh kolega sesama penghuni Rutan pada pagi hari sehingga tidak dapat mengahdiri sidang perdananya karena masih berobat,” ujar Pia di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Tetapi beberapa hari kemudian Pia meralat kembali pernyataannya dan mengatakan Wawan sakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Wawan sakit DBD bukan  vertigo dan maag” ujar Pia.

Wacana tersebut dianggap sebagai suatu lelucon, sebab alasan tentang hari pertama dinyatakan sakit maag dan vertigo, sedangkan berselang beberapa hari divonis terserang DBD. Lalu bagaimana dengan jadwal sidang berikutnya apakah ada alasan yang sudah disiapkan suami Walikota Tangerang Selatan tersebut sebagai tameng untuk menunda persidangan? (wildus)

Baca Juga :  Presiden Jokowi ungkap alasan datang ke Sumba

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button