Home / Populer / Ini undangan peliputan dari Relawan Jokowi Presiden

Ini undangan peliputan dari Relawan Jokowi Presiden

Bagikan Halaman ini

Share Button

2
Hal: Undangan meliput seminar “Jokowi sebagai Konsensus Bangsa, Memutus Rantai Pengusaha Hitam”
Salam Perubahan.
Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) mengundangan wartawan media Bapak-Ibu sekalian, meliput seminar yang akan kami adakan, pada:
Hari/tanggal    :             Rabu, 26 Maret 2014
Tempat               :            Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki (TIM)
Pukul                   :            10.00 – 13.00 (ditutup makan siang)

Topik                  :            “Jokowi sebagai Konsensus Bangsa, Memutus Rantai Pengusaha Hitam”
Pembicara         :           – M Fadjroel Rachman (Direktur SSSG), telah politik

– Boni Hargens (Lembaga Pemilih Indonesia, LPI)

– A Prasetyantoko (Ekonomi Universitas Atmajaya)

– Adhi M Massardi (Gerakan Indonesia Bersih), moderator

Kami berharap, Bapak-Ibu menugaskan wartawan meliput seminar ini.
Pertemuan-pertemuan Jokowi dengan para tokoh agama dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, terlihat begitu tulus. Sehingga tak ada keraguan, para tokoh bangsa akan bersama-sama mengawal keinginan rakyat.
Apakah kita dalam proses menuju konsensus kebangsaan untuk melupakan perbedaan dan bergotong-royong mendukung sosok yang sama-sama dipercaya?
Bangsa ini sedang menguji para tokoh politik, apakah mengedepankan kepentingan bangsa atau masih bergaya primitif, menyerang lawan dengan isu-isu SARA dan kampanye hitam.
Perlu memutus rantai pengusaha hitam, karena mereka inilah yang menggerogoti ekonomi kita. Impor pangan sekarang ini sedikitnya Rp 320 triliun per tahun. Jika para rent seeker mengambil keuntungan 10% saja, maka uang rakyat yang diambil mafia sekurangnya Rp 32 triliun per tahun. Ini baru dari makanan, belum dari migas, industri dan lain-lain. Nilai bail out Bank Century, tak ada apa-apanya.
Penguasa demikian bebal. Meski  harga daging sapi sudah dibicarakan luas, mafia tetap aman. Harga daging sapi di Australia hanya Rp 27.500/kg. Pembelian dan pengapalan hingga sampai di gerai penjualan, anggaplah Rp 50.000. Tetapi, di tengah kebingungan publik, kenapa masih dijual Rp 90.000/kg?

Baca Juga :  Akhirnya Polisi Tetapkan 3 Orang Jadi Tersangka Kasus TKW Dolfina

Kami menunggu kehadiran wartawan media Bapak-Ibu.
Terima kasih.
Utje Gustaaf Patty
Sekjen (08129108666, pin bb 265eb886)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button