Home / Populer / Jokowi beberkan penyimpangan tender Transjakarta dan BKTB

Jokowi beberkan penyimpangan tender Transjakarta dan BKTB

Bagikan Halaman ini

Share Button

5ilustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Sepertinya persoalan proyek pengadaan transjakarta dan bus kota terintegrasi busway (BKTB) bakal berlanjut panjang.

Sebagaimana pengamatan, proyek yang bernilai besar dan terbukti tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya maka sama saja dengan mengundang polisi, kejaksaan dan/atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi telah memerintahkan Inspektorat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan investigasi dan telah menyelesaikannya dengan baik. Hasilnya, Dinas Perhubungan DKI terindikasi melakukan penyimpangan tender.

“Yang jelas ada indikasi penyimpangan,” ujar Jokowi di Taman Surapati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/3/2014) siang.

Laporan Inspektorat tersebut, kata Jokowi, bakal ditindaklanjuti dengan menyerahkan laporan ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Menurut Jokowi, BPKP merupakan institusi yang berhak menyimpulkan penyimpangan tender itu.

“Ya saya tidak bisa menyampaikanlah, yang berhak ngomong itu kan BPKP. Yang nyimpulkan mereka, nanti saja,” lanjut Jokowi, lansir Kompas.com.

Ia enggan merinci kapan Inspektorat Pemprov DKI Jakarta akan mengirimkan laporan investigasi tersebut kepada BPK. Dia pun kini tengah pikir-pikir untuk menonaktifkan beberapa orang pejabat Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang terlibat tender itu.

Sebelumnya diberitakan, 5 dari 90 bus transjakarta dan 10 dari 18 BKTB, semuanya bus baru, mengalami kerusakan pada beberapa komponennya. Misalnya, banyak komponen berkarat, berjamur, dan beberapa instalasi tampak tidak dibaut. Bahkan, ada bus yang tidak dilengkapi dengan fanbelt mesin dan AC.

Kondisi itu memicu tidak beroperasinya sejumlah unit bus seusai diluncurkan Jokowi beberapa waktu lalu itu. Banyak mesin bus yang cepat panas, mesin sulit dinyalakan, proses kelistrikan sulit karena korosi di kepala aki. Bahkan, ada bus yang tabung apar pendingin mesin tiba-tiba meledak dan persoalan lain.

Baca Juga :  Pesona lain dari Lurah LA Susan Jasmine Zulkifli

Usut punya usut, rupanya ditemukan juga kejanggalan dalam proses pengadaan bus. Pihak yang mendatangkan bus, yakni PT San Abadi, bukan pemenang tender. Terungkap bahwa PT San Abadi merupakan subkontrak PT Saptaguna Dayaprima, satu dari lima pemenang tender. Hal ini dipertanyakan mengingat situasi demikian memungkinkan adanya mark up anggaran tender. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button