Home / Kaukus / “Jokowisme” : Keseluruhan praktik politik berbasis rakyat

“Jokowisme” : Keseluruhan praktik politik berbasis rakyat

Bagikan Halaman ini

Share Button

15

JAKARTA, MORAL-POLITIK.COM  – Pengamat politik Universitas Indonesia Boni Hargens meluncurkan istilah “Jokowisme,” yaitu keseluruhan praktik politik berbasis rakyat.

“Saya diinspirasi oleh istilah seorang penulis Jerman tentang Jokowi, menyebut istilah ‘Jokonomic’ yaitu praktik ekonomi populis, ekonomi kerakyatan,” kata Boni dalam diskusi yang diadakan Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) di Jakarta, Rabu (26/3).

Jokonomic, menurut Boni, sudah terbukti diyakini oleh pasar, sebagaimana indeks melesat tinggi setelah Jokowi diumumkan menjadi capres PDI Perjuangan.

“Saya percaya, reaksi pasar tidak berdiri sendiri, tetapi bagian dari keyakinan publik bahwa Jokowi akan membawa babak baru. Dan kita sebagai rakyat, harus mengawal Jokowi,” ujarnya.

Boni mengatakan, setelah tahun 1998, politik Indonesia dikuasai oleh para bandar. Berbeda dengan jaman Orde Baru, politik berada di tangan birokrat dan militer.

“Selepas 1998, kendali di tangan bandar. Bandar yang menentukan siapa politisi yang naik, siapa yang dimajukan ke DPR. Pengaturan melalui dana yang mereka siapkan untuk mempengaruhi publik,” ujar Boni.

Siapa orang-orang kaya menjadi bandar politik? Tidak jelas. Tetapi bisa diidentifikasi, mereka adalah para pengusaha yang berkolasi dengan penguasa, mengontrol impor minyak dan gas, mengontrol barang-barang impor.

Jokowi, diharapkan memperbaiki sistem yang sudah rusak. Politik berbasis rakyat (Jokowisme), akan mengembalikan kedaulatan rakyat yang sempat hilang.

“Jokowi akan dibenci pengusaha hitam, karena mereka tak bisa lagi mengatur ekonomi. Selama ini sudah terbukti, keluarga dan orang PDI Perjuangan tak ada yang dapat proyek dari Jokowi. Di situlah pentingnya rakyat mengawal Jokowi,” kata Boni. (sm)

Baca Juga :  Ahok buka kartu dapat bantuan dari sejumlah perusahaan (4)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button