Home / Populer / Jusuf Kalla : Tidak saya tetap di Golkar

Jusuf Kalla : Tidak saya tetap di Golkar

Bagikan Halaman ini

Share Button

7ilustrasi

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Mantan Wakil Presiden, dan juga mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) yang namanyakendati tak disebut-sebut dalam bursa calon presiden maupun wakil presiden Indonesia, menegaskan bahwa dirinya tetap berada di Partai Golkar.

JK menegaskan bahwa dirinya tidak pernah pindah partai. Hal ini disampaikan JK di hadapan kader dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Pernyataan JK ini disampaikan menjawab pertanyaan kader mengenai status dan komitmennya di Golkar. Sebab banyak isu JK pindah partai, bahkan sering muncul baik di baliho, spanduk, maupun acara partai lain.

“Pak JK ada di baliho-baliho non Golkar. Saya perlu pelurusan agar jelas,” kata salah satu kader saat berdialog dengan JK dan ARB, di acara workshop Jurkamda Partai Golkar Sulsel, di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, Sulsel.

Menjawab hal tersebut, JK memgakui memang dirinya banyak muncul di baliho partai lain. Dia berdalih karena partai lain itu mencalonkannya jadi capres. “Hak orang untuk memilih dan dipilih. Saya tidak bisa larang mereka. Saya mau pilih bapak. Ya saya tidak bisa bilang jangan,” katanya.

JK mengatakan tidak tahu partai apa saja yang mencalonkannya. Meski demikian JK meminta kader tidak khawatir dirinya bakal pindah partai.

Hal ini sering ditegaskan JK pada partai yang merayunya pindah. “Tidak saya tetap Golkar. Saya tetap di Golkar. Silahkan saja kalau anda mau calonkan, tapi saya tetap Golkar,” tegasnya.

Menurut JK, tidak perlu ada kecurigaan dia akan pindah atau tidak loyal pada Golkar. Sebab dia mantan ketua umum dan tidak lazim dan etis mantan ketua umum parpol keluar atau pindah parpol.

Baca Juga :  Ini dia gaya PKS ambil keuntungan dari Jokowi

“Kalau habis ini Pak SBY yang ketua umum pindah dari Demokrat apa namanya. Kalau habis ini Ical pindah Hanura misalnya, apa namanya?,” ujarnya, lansir viva.co.id.

Jawaban JK ini kemudian disambut tepuk tangan ARB dan kader yang jadir dalam acara tersebut.

Sekedar diketahui JK sendiri adalah salah satu Jurkamnas Partai Golkar, bersama BJ Habibie, Akbar Tandjung, Ginanjar Kartasasmita, dan lainnya.

Sementara itu ARB dalam kesempatan itu meminta para kader dan jurkam untuk terus meyakinkan rakyat. “Tujuan akhir kita mensejahterakan bangsa, untuk tujuan akhir ini Partai Golkar harus menang,” ujarnya.

ARB juga berpesan agar semua bersatu dalam memenangkan partai. Jika ada masalah pribadi, maka hal itu harus dikesampingkan. “Kalau tidak suka orangnya, pilih partainya,” ujarnya.

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button