Home / Populer / Kampanye Pileg 16 Maret, Presiden, Menteri, Gubernur jadi Jurkam

Kampanye Pileg 16 Maret, Presiden, Menteri, Gubernur jadi Jurkam

Bagikan Halaman ini

Share Button

3ilustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Empat hari lagi, tepatnya tanggal 16 Maret 2014, kampanye terbuka pemilihan umum legislatif (Pileg) resmi dimulai. Berbagai persiapan telah dirancang oleh para pimpinan partai politik (Parpol).

Hasil pantauan, Partai Demokrat menurunkan ketua umumnya yang juga Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Wakil Ketua Umum Demokrat Max Sopacua, menuturkan SBY akan turun berkampanye. Presiden dan menteri tak berkampanye di hari kerja, hanya waktu libur.

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum mengajukan cuti kampanye. Meskipun, pelaksanaan kampanye tinggal 6 hari lagi, yaitu mulai 16 Maret 2014. “Sejauh ini belum ada rencana (cuti),” kata Sudi di Kantor Presiden.

Sudi menegaskan, dia yakin SBY tidak akan melanggar aturan saat kampanye mendatang. “Tentu sesuai dengan aturan, beliau tidak akan langgar aturan lah ya,” ujar dia.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pengajuan Cuti Pejabat Publik, dikatakan bahwa pelaksanaan cuti Presiden dan Wakil Presiden dalam rangka kampanye dilakukan berdasarkan kesepakatan antara Presiden dan Wakil Presiden sesuai dengan jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum.

Menteri yang Kampanye

Kalau menurut Max, lansir viva.co.id, semua kader-kader Demokrat yang menjadi menteri dikerahkan; Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin, dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil  Menengah Syarif Hasan.

Namun Sudi Silalahi menyatakan, sejauh ini baru Mangindaan yang dari Demokrat meminta izin cuti untuk kampanye. Kata dia, saat ini sudah ada empat menteri yang sudah mengajukan cuti. “Ada Menteri Perhubungan (EE Mangindaan), ada Pak Hatta (Rajasa) Menko Perekonomian, ada Pak Syarif Hasan (Menteri Koperasi), ada siapa lagi gitu,” ujar dia.

Baca Juga :  Isu poligami tak mempengaruhi PKS di Pemilu 2014

Informasi dari Komisi Pemilihan Umum, dua menteri lain itu adalah Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian Suswono. Zulkifli berkampanye untuk Partai Amanat Nasional, sedangkan Suswono untuk PKS.

Sementara itu, meski belum tahu kapan akan melakukan kampanye, Menteri Koordinator Kesehatan Rakyat Agung Laksono sudah berencana mengajukan cuti ke Sekretariat Kabinet. “Apakah dipakai atau tidak tergantung keadaan. Jadi saya sebaiknya sudah mengantongi izin sesuai jadwal KPU,” kata Agung di Kantor Presiden.

Agung mengaku akan mempergunakan cutinya itu di antara 16 Maret-5 April. Dia akan meminta izin selama tujuh hari untuk melakukan kampanye.  “(Cuti) tujuh hari, belum tentu semuanya saya pakai,” lanjutnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, juga sudah menyiapkan cuti. “(Cuti) tiga pekan, dua hari, dua hari, dua hari. Tidak semua hari, cuma dua hari selama sepekan,” kata Tifatul di Kantor Presiden.

Cuti itu dilakukan pada akhir pekan. “Kita kan lima tahun tidak pernah cuti, masa cuti 6 hari saja diprotes. Ini udah 5 tahun. Pegawai negeri saja tiap tahun dapat cuti 12 hari,” kata Tifatul.

Tifatul mengaku sudah meminta izin kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meminta cuti berkampanye. Bahkan, partainya, PKS, sudah mendaftarkan sebagai juru kampanye. “Tapi tentu saja tidak semua (daerah) disinggahi, waktunya cuma dua hari ini. Nggak punya pesawat sendiri juga,” kata dia.

Sementara menteri yang berasal dari PKS lainnya, kata dia, juga sudah mengajukan cuti. “Pak Suswono (Menteri Pertanian) rasanya sudah, Pak Salim Segaf (Menteri Sosial) belum tahu,” kata dia.

Kepala Daerah Berkampanye

Kepala-kepala daerah tak ketinggalan juga ikut berkampanye untuk peserta Pemilu. Mereka ramai-ramai mengajukan cuti kampanye. Hal ini dikatakan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat 7 Maret 2014.

Baca Juga :  Sampai kapankah Bambang Widjojanto Masih Pimpinan KPK?

“Sekarang sudah banyak sekali menerima (izin cuti) dari gubernur, bupati dan walikota,” kata Gamawan.

Tetapi Gamawan mengaku tidak hafal siapa saja kepala daerah yang sudah mengajukan cuti. Namun, beberapa yang dia ingat di antaranya adalah Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Gubernur DKI Jakarta Joko widodo, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Khusus untuk Jokowi, kata gamawan, dia hanya bersifat memberitahu sebab Jokowi hanya menggunakan di hari Sabtu dan Minggu.

“Kemarin saya tanda tangani seingat saya Gubernur Kalimantan Barat. Tapi sebelumnya sudah ada beberapa, termasuk Pak Jokowi. Tapi dia hanya memberitahu saja karena beliau konsolidasi di hari Sabtu-Minggu,” kata Gamawan.

Menurut Gamawan, berdasarkan PP 18 Tahun 2013, sudah ada aturannya bahwa kepala daerah boleh berkampanye dua kali dalam seminggu pada hari kerja. “Tapi harus diajukan 12 hari sebelum melaksanakan kampanye dan tidak boleh menggunakan fasilitas negara,” kata dia.

Sementara cuti kampanye di hari Sabtu dan Minggu, kepala daerah cukup memberitahu Mendagri. Gamawan mengatakan, dalam berkampanye, kepala daerah tidak boleh menggunakan fasilitas negara, termasuk ajudan, dan mobil.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan nyaris mengerahkan semua kadernya yang menduduki kursi gubernur atau wakil gubernur.  Mereka dalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soeryo Respationo, Gubernur Lampung Sjachroedin, Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, dan Wakil Gubernur  Sulawesi Barat Aladin S Mengga.

Tentu politisi top PDIP juga dikerahkan, mulai dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri sampai sejumlah selebriti seperti Nico Siahaan dan Utut Adianto. Juga ada mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri di barisan juru kampanye PDIP.

Baca Juga :  Relawan Prabowo bagi-bagi bunga dan umbar senyum

Partai Kebangkitan Bangsa tak mau ketinggalan mengerahkan selebriti. Mereka menggandeng Republik Cinta Management di bawah Ahmad Dhani untuk memeriahkan kampanye terbuka mereka. PKB kerap menyertakan RCM dalam kampanye sejak tahun 1990-an.

Putra sulung Ahmad Dhani bahkan dipertimbangkan menjadi juru kampanye partai. “Dia pantas jadi jurkam mewakili kalangan muda, tapi dia masih terlalu muda,” kata Ketua DPP PKB Marwan Jafar.

Selain RCM, Soneta Group dan Rhoma Irama juga akan ikut dalam kampanye PKB. Tak hanya artis-artis, menteri PKB dan kiai-kiai Nahdlatul Ulama juga bakal ikut dalam kampanye.

Partai Golkar lain lagi. Selain mengerahkan kader yang menjadi menteri, sejumlah politisi kawakan juga dikerahkan Golkar, mulai dari Jusuf Kalla, Ginanjar Kartasasmita, Sofjan Wanandi, sampai Akbar Tandjung.

“Jurkam tingkat nasional cukup besar, 700-an lebih. Jurkamda (daerah) 50 ribu di 33 Provinsi,” kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham  di Gedung KPU, Jakarta, Selasa 11 Maret 2014.

KPU sendiri mendesak parpol segera menyerahkan daftar juru kampanye nasional mereka. Komis melarang parpol memakai jurkam yang tidak dilaporkan.

“Yang tidak mengirimkan berarti dia tidak mau berkampanye karena tidak ada jurkamnya,” kata anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah.

Apabila nanti ada jurkam di luar yang dilaporkan ke KPU, Ferry mewanti-wanti, partai politik akan mendapatkan sanksi dari Bawaslu.

Sejauh ini, data KPU mencatat partai yang sudah melaporkan jurkam mereka sejauh ini adalah PDI Perjuangan dan Nasdem. Sedangkan, pejabat publik dalam hal ini menteri adalah Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dari PAN dan Menteri Pertanian Suswono dari PKS.

Untuk parpol yang sudah mendaftar, KPU masih memberi kesempatan untuk memperbaiki data jurkam mereka sampai H-3 sebelum pelaksanaan kampanye rapat umum yaitu 16 Maret 2014-5 April 2014. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button