kantor-KPUilustrasi
JAKARTA, MORAL-PLITIK.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU), dinilai melakukan tindakan sepihak serta mempersulit ribuan warga Tanah Galian (TG) Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, saat pemilu nanti.
Perwakilan warga TG, Poltak Agustinus Sinaga mengatakan tindakan KPU memindahkan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) Cipinang Melayu ke TPS Kelurahan Halim Perdana Kusuma, Jaktim, merupakan tindakan sepihak dan merugikan warga TG, sebab jarak tempuhnya terlalu jauh.
“Ini upaya mempersulit kami dalam memilih, karena jaraknya terlalu jauh,” kata Poltak saat berorasi di depan Gedung KPU Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2014).
Poltak menutrurkan, 2000 warga TG yang akan turut berpartisipasi saat pemilu nanti berkomitmen tetap akan memilih di TPS Cipinang Melayu.
“Kami ingin tetap memilih di TPS Cipinang Melayu!” tegas Poltak.
Poltak menambahkan, faktor jarak tempuh bisa membuat 2000 warga TG menjadi Golongan Putih alias Golput karena malas datang ke TPS. Sehingga dia menghimbau agar KPU jangan memaksakan warga TG menjadi golput saat pemilu nanti.
“ Jangan paksa kami untuk golput!”  tandas Poltak. (wildus)
Baca Juga :  Unggah Foto Payudara? Ini Resikonya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here