Home / Populer / Malaysia kembali selidiki 2 pengguna paspor curian lain

Malaysia kembali selidiki 2 pengguna paspor curian lain

Bagikan Halaman ini

Share Button

3ilustrasi

 

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Tragedi hilangnya pesawat Malaysya Airlines MH370 masih dalam tekai-teki panjang. Pentagon yang lazimnya cepat mendeteksi kemungkinan-kemungkinan dalam kasus seperti ini, hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resminya, padahal ada sebanyak 20 warga negara asing yang berada dalam pesawat tersebut bekerja di Amerika Serikat.

Dugaan sementara ada dua penumpang yang lolos pemeriksaan keimigrasian di bandara Kuala Lumpur, karena ternyata nama yang tertera dalam paspor itu sedang berada di rumahnya.

Terakhir muncul dugaan baru bahwa selain dua orang tersebut, masih ada dua orang lainnya yang menggunakan paspor curian

Untuk jelasnya, inilah rangkuman laporan terkait hilangnya Malaysia Airlines MH370 di perairan Vietman menurut Reuters pada penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing, Sabtu (8/3) dinihari :

Sabtu, 8 Maret
– Malaysia Airlines MH370 berangkat jam 24:21 dan dijadwalkan mendarat di Beijing pada 06:30.

– Diketahui Boeing 777-200ER mengangkut 227 penumpang dan 12 awak.

– Pihak penerbangan kehilangan kontak dengan pesawat antara 1-2 jam setelah lepas landas.

– Tidak ada sinyal mayday yang diberikan dan cuaca cerah pada saat itu.

– Kontak terakhir pesawat dengan kantor pengendali saat berada sekitar 120 mil laut di lepas pantai timur kota Malaysia dari Kota Bharu.

– Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam ( CAAV ) mengatakan pesawat gagal untuk check-in sesuai jadwal pada 1721 GMT, saat berada di atas laut antara Malaysia dan Kota Ho Chi Minh.

– Situs pelacakan penerbangan flightaware.com menunjukkan pesawat terbang di timur laut atas Malaysia, setelah lepas landas dan naik pada ketinggian 35.000 kaki. Tak lama kemudian pesawat lenyap dari pelacakan website.

– Malaysia dan Vietnam melakukan pencarian dan operasi penyelamatan bersama. Tiongkok mengirim dua kapal penyelamatan maritim ke Laut Cina Selatan untuk membantu pencarian dan penyelamatan. AS mengatakan juga mengirimkan kapal-kapal dan pesawat untuk membantu.

Baca Juga :  Pengawalan ketat, Tersangka Ahok tiba di PN Jakut

– Kapal pencari Malaysia melihat ada tanda-tanda dari reruntuhan di daerah di mana pesawat diketahui melakukan kontak terakhir.

– Pihak penerbangan mengatakan pesawat itu membawa 154 orang dari Tiongkok dan Taiwan, 38 warga Malaysia, tujuh orang Indonesia dan enam warga Australia. Manifest menunjukkan bangsa lain berasal dari India, Prancis, Amerika Serikat, Selandia Baru, Ukraina, Kanada, Rusia, Italia, Belanda dan Austria.

– Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang menyebut Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mendesak Malaysia untuk bereaksi cepat mendorong pencarian dan penyelamatan.

– Vietnam mengatakan tumpahan minyak yang dilaporkan sehari sebelumnya di perairan Vietnam merupakan lokasi yang sama atau berdekatan dengan titik pesawat berada saat kontak terakhir.

– Dua orang dari Austria dan Italia terdaftar di antara penumpang Malaysia Airlines, tapi tidak terdaftar pada database. Mereka mengatakan paspor mereka dicuri.

Minggu, 9 Maret
– Malaysia Airlines mengumumkan kemungkinan terburuk dan bekerja sama AS dalam upaya pencarian pesawat.

– Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS mengirimkan tim ke Asia untuk membantu menyelidiki insiden. Penasihat teknis dari US Federal Aviation Administration dan Boeing juga terbang ke Asia.

– Pihak berwenang Malaysia menyelidiki identitas setidaknya dua penumpang lain, selain dua orang yang diketahui menggunakan paspor curian.

– Transportasi Malaysia dan Menteri Pertahanan mengatakan pihak Malaysia bertemu dengan mitra dari FBI AS.

– Radar menunjukkan pesawat mungkin telah berbalik dari rute yang dijadwalkan ke Beijing sebelum menghilang.

– Tim penyelamat Malaysia memperluas pencarian mereka ke pantai barat negara itu.

– Pihak berwenang Malaysia memperhatikan rekaman CCTV dan mempertanyakan petugas imigrasi dan penjaga di bandara internasional Kuala Lumpur tentang kemungkinan pelanggaran keamanan yang berhubungan dengan insiden.

Baca Juga :  Dukung Jokowi, kesadaran aktivis 98 jatuh ke titik terendah

– Interpol mengatakan setidaknya dua paspor diketahui hilang atau dicuri dan digunakan oleh penumpang. Mereka juga memeriksa paspor tersangka tambahan.

– Kantor berita Malaysia negara mengutip Menteri Dalam Negeri Ahmad Zahid Hamidi yang mengatakan bahwa penumpang yang menggunakan paspor Eropa berpenampilan Asia.

– Penyidik memfokuskan penyelidikan pada kemungkinan hancurnya pesawat di pertengahan penerbangan. Hal ini dikemukakan seorang sumber yang terlibat dalam investigasi di Malaysia kepada Reuters.

– Vietnam melaporkan, lansir beritasatu.com, adanya temuan serpihan yang mungkin merupakan bagian dari pesawat. Temuan ini masih membutuhkan kepastian lebih lanjut. (erny)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button