Home / Populer / Masa depan negeri di tangan penghitung suara, bukan rakyat

Masa depan negeri di tangan penghitung suara, bukan rakyat

Bagikan Halaman ini

Share Button

6
 

JAKARTA, MORAL-POLITIK.COM – Walaupun rakyat yang notabene sebagai pemilih, namun masa depan negeri ini tetap tergantung pada pihak yang memiliki otoritas dalam penghitungan  suara saat pemilu nanti.

Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yusril Ihza Mahendra, mengatakan masa depan negeri ada di tangan penghitung suara pemilu bukan di tangan rakyat.

“Setelah saya renungkan sejenak jangan-jangan masa depan negara ini di tangan penghitung suara bukan di tangan pemilih,” ucap Yusril di Jakarta, Rabu (12/3/2014).

Sebab, menurut politisi asal Bangka itu saat pemilu rakyat hanya datang ke Tempat Pemilihan Suara (TPS) untuk memenuhi kewajibannya sebagai warga negara Indonesia, setelah selesai lansung pulang. Sedangkan, lanjutnya, proses  penghitungan suara dilakukan oleh pihak yang memiliki otoritas bukan rakyat.

Yusril menambahkan, jika pemilu merupakan sesuatu fenomena yang meresahkan bagi segelintir elit politik yang berjiwa bersih. Dimana pada hikikatnya mereka menginginkan agar pesta demokrasi tersebut berjalan dengan seadil-adilnya. Namun, kenginan tersebut termasuk ihwal yang rumit jika diterapkan di negeri ini, sebab maraknya politik uang di tengah hempitan ekonomi membuat orang menghalalkan segala cara.

“Pemilu sebentar lagi ya, kita sih pigin yang adil tapi banyak orang lemah dengan money politic, pasti segala cara dibuat, yah namanya juga pemilu bikin hati  menjadi pilu,“ cetus Pakar Tata Negara tersebut.  (Wildus)

Baca Juga :  Akhirnya Perusahaan Batubara Grup Bakrie Gugat Kementerian ESDM

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button