Home / Populer / Paul : Politik uang berkaitan dengan sistim politik biaya tinggi

Paul : Politik uang berkaitan dengan sistim politik biaya tinggi

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 

MORAL-POLITIK.COM – Keresahan sejumlah kalangan terkait fenomena politik uang yang dipraktekan oleh sejumlah oknum calon legislatif (Caleg), kini menjelang pemilu legislatif (Pileg) 9 April mendatang, kembali hangat diperbincangkan.

Pengamat sosial politik Paul SinlaeloE menuturkan di Kota Kupang, Selasa (4/3/2014), politik uang belum bisa dihindari. Sebab fakta politiknya berkaitan dengan sistem politik biaya tinggi yang diputuskan oleh dewan pengurus pusat partai-partai politik.

“Merebak isu, untuk ditetapkan sebagai Caleg maka seorang kader partai harus memberikan kontribusi kepada partai tersebut. Alasannya antara lain untuk membiayai pelaksanaan pileg dan pilpres,” buka dia.

Dengan keluarnya dana itu, sambung dia, Caleg tersebut harus mencari jalan untuk bisa meraup suara sebanyak mungkin, sehingga secara resmi ditetapkan sebagai anggota DPR, DPRD Provinsi, atau DPRD Kabupaten/Kota.

Harapannya, buka dia, dengan lolos sebagai anggota DPR maka minimal semua pengeluaran terhadap partai dan money politic terhadap warga pemilih bisa kembali ke kantongnya.

Aktivis LSM PIAR yang sangat perduli dengan berbagai persoalan korupsi di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini, menyayangkan pembebanan kontribusi uang dari partai kepada para Calegnya.

“Itu sama dengan memberikan signal kepada kadernya untuk berbuat apa saja, supaya modal yang telah dikeluarkan itu bisa kembali lagi,” kuatir dia. (erny)

Baca Juga :  Koordinasi Banten-Jakarta lancar bila Rano Karno jadi Gubernur

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button