Home / Populer / Sri Lanka tolak lamaran 2 warga Australia sebagai algojo hukuman gantung

Sri Lanka tolak lamaran 2 warga Australia sebagai algojo hukuman gantung

Bagikan Halaman ini

Share Button

1ilustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Pemerintah Sri Langka menghadapi kesulitan dalam mengeksekusi keputusan pengadilan terkait hukuman gantung atau hukuman mati. Pasalnya satu-satunya pengeksekusi atau algojo mengundurkan diri.

Ketika dibuka kesempatan bagi pelamar, ada dua warga Australia mengajukan surat lamaran untuk mengisi jabatan algojo hukuman gantung yang lowong itu.

“Dua warga Australia mengirimkan email ke salah satu departemen kami mengatakan mereka tertarik (menjadi algojo),” kata Komisioner Jenderal Lembaga Pemasyarakatan Sri Lanka, Chandrarathna Pellegama.

“Tapi lamaran mereka kami tolak karena kami tidak boleh merekrut orang asing,” ujar Chadrarathna.

Dia mengatakan, pekan lalu algojo hukuman gantung terakhir mengundurkan diri. Padahal orang itu juga baru direkrut dan menempati posisi ketiga terbaik dari 176 pelamar.

Dia mengundurkan diri setelah mengaku tidak tahan melihat tiang gantungan untuk kali pertama. Dua algojo sebelumnya malah tidak datang bekerja meski sudah diterima.

Sri Lanka, lansir kompas.com, negeri dengan mayoritas pemeluk Buddha itu, sejak 1976 tidak menggelar eksekusi hukuman mati. Padahal, sebanyak 405 terpidana mati saat ini menunggu nasib mereka.

Namun, dengan meningkatnya kekerasan terhadap anak-anak, pemerkosaan, pembunuhan dan penyelundupan narkotika meningkat sejak 2009, banyak kalangan yang mengusulkan agar hukuman mati kembali diberlakukan. (erny)

Baca Juga :  Gubernur BI Dikecam Muhammad Misbakhun, Sebab Apa?

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button