2ilustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.COM – Ternyata ada tiga orang warga negara Amerika Serikat (AS) berada dalam penerbangan Malaysia Airlines (MAS) tujuan Beijing.

Tidak mengherankan apabila Pentagon (Departemen Pertahanan AS) juga turut terlibat untuk membedah misteri jatuhnya pesawat milik negeri Jiran tersebut.

Berdasar data pengawasan awal yang dikumpulkan Pentagon yang menggunakan sistem kedipan-kedipan/kilatan cahaya di seluruh dunia, dinyatakan bahwa tidak ada bukti adanya ledakan di area tempat pesawat MAS menghilang.

Informasi ini disampaikan oleh pejabat pemerintah AS yang minta namanya tak disebut karena materi itu dalam kategori rahasia. Demikian diberitakan New York Times, Minggu (9/3/2014).

Seorang pejabat senior bidang intelijen menampik kemungkinan aksi terorisme dalam insiden tersebut. “Untuk saat ini, kami belum mengindentifikasikannya sebagai tindakan terorisme,”ujar sumber yang meminta namanya tak disebut karena penyelidikan masih terus berlangsung.

“Kasus pencurian paspor itu memang menarik, mereka tak perlu mengatakan kepada kita bahwa ini adalah aksi terorisme,” ujarnya, lansir detik.com.

Pesawat MAS hilang di sekitar Laut China Selatan pada Sabtu dinihari. Kontak terakhir pesawat itu dengan menara pengawas terjadi pada pukul 01.30. China menyatakan pesawat rute Kuala Lumpur-Beijing itu tidak pernah terdeteksi memasuki wilayahnya. (erny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 15 = 21