Home / Gosip / Rintihan hati Roy Tei Seran II

Rintihan hati Roy Tei Seran II

Bagikan Halaman ini

Share Button
AGL_3382Foto : Ilustrasi
Oleh : Roy Tei Seran II

KOTA KUPANG, MORAL-POLITIK.com. Selamat Malam Basodara sekalian Di NTT Tercinta atau pun di Luar NTT yang hatinya penuh Cinta akan NTT. Saya adalah seorang Fres Graduate yang baru menyelesaikan studi S1 Filsafat di Kupang dan sekarang sedang mencoba memasuki dunia S2 Filsafat di Jakarta. Sambil menanti waktu efektif perkuliahan, saya menetap sementara di wilayah Karawang, Jawa Barat, di salah satu saudara saya. Kesempatan ini saya ingin menyampaikan perihal hidup Bertoleransi yang memang sungguh merasuki segenap kita yang ada di NTT.

Mayoritas Agama yang di anut oleh penduduk Karawang dan Jawa Barat ialah Islam. Agama Islam bisa dikatakan 90% dan sisanya dibagi-bagikan pada Agama yang lain, yang memang didominasi oleh pendatang yang menetap di Jawa Barat.
Ketika saya menyaksikan dan mendengarkan penuturan sekelompok orang yang kebetulan satu gereja dengan saya, saya sangat sedih. Perihalnya: Ada sebuah Gereja di Karawang (Katolik), gereja ini adalah yang pertama di Karawang. Ketika hendak dibangun Gereja ini awalnya, tidak diizinkan oleh Bupati setempat, dan ditolak oleh masyarakat yang beragama Islam.

Oleh karenanya ditunda pembangunannya hingga masyarakat yang beragama Kristen menandatangani kesepakatan dan memaksa Bupati. Setelah Gereja dibangun dan digunakan selama beberapa tahun, dan pihak gereja ingin memperluas area parkirnya, di tanah milik gereja pun didemo oleh masyakat sekitar yang beragama lain. Katanya gereja tidak boleh diperluas. Aneh-Aneh memang. Di atap gereja tidak boleh dipasang salib atau pun lonceng gereja. Sekarang, ada juga yang jahil membangun kompleks perumahan tepat di hadapan gereja, dengan maksud agar semakin mempersulit dan semakin membuat ruang gerak gereja menjadi sempit.

Baca Juga :  Bedanya Orang Kaya Benaran dengan Orang Sok Kaya

Pertanyaan sekaligus pernyataannya
1. Apakah Negara Republik Indonesia ini sungguh menganut Sistem Pemerintahan Demokrasi Pancasila???
2. Apakah Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sungguh-sungguh dipahami oleh segenap pemangku kepentingan pada birokrasi kita ini?
3. Apaka Undang-Undang Kebebasan Beragama sungguh sudah dihayati oleh segenap masyarakat dan para penegak hukum?
4. Apakah Pengeras suara yang dipasang di setiap Masjid, di hampir setiap 1 Km di Karawang, tidak mengganggu Umat lainnya yang tidak beragama Islam (ada juga tetangga Muslim yang merasa terganggu).
5. Apakah kejadian serupa terjadi dengan kita ni NTT yang sangat menjunjung tinggi Toleransi dan kebebasan Beragama?
Bagaimana sikap Pemerintah Pro. NTT dan Pemerintah Pusat menanggapi hal ini??
6. Apakah Perlu manusia NTT (Kristen) mengintimidasi sama saudara yang beraagama Islam dan berdomisili di NTT??
7. Kami di NTT memberi ruang yan seluas-luasnya bagi kaum Muslimin untuk hidup, berkembang dan menjalankan ibadah Agamanya secara bebas,, namun sebalknya di daerah bermayoritas Muslim, saudara-saudara kami yang beragama Kristen dikekang dan dipersulit sedemikian rupa.

Bagi yang beragama muslim/islam yang juga merapakan anggota grup ini, buatlah suatu gerakan yang besar, undang media cetak maupun elektronik, tunjukkan pada Indonesia seluruhnya bahwa kalian di NTT hidupnya aman dan damai. Tidak terintimidasi, bahkan disayangi dengan diberi ruang yang cukup dalam mengembangkan dan menjalankan agama. Lihat ada berapa banyak masjid yang dibangun di NTT? Di Karawang 2 gereja saja pun, itu jemaatnya sangat kurang, masih dipersulit dan diganggu oleh segenap masyarakat dan pemerintahan.

Bagi segenap saudara yang beragama kristen, saya kembalikan pada kita sekalian untuk menanggapi hal ini secara bersama.
Bagi Pemda Provinsi NTT: Tolong pikirkan juga bagaiamana caranya membangun kerja sama dengan provinsi-provinsi lain di luar NTT agar menghidupkan budaya toleransi sejati, demi utuhnya NKRI.

Baca Juga :  Bibirnya Super Seksi, Inilah 7 Selebriti yang bikin "ngiler" (4)

Bagi segenap masyarakat NTT secara umum, berikanlah solusi yang terbaik dan sumbangan ide yang membangun. jika ada yang mengenal pejabat atau pemangku kepentingan di Pemda NTT, bisikanlah hal ini.

Kalau tidak bisa dengan cara persuasif, sepulang saya nanti dari tanah rantauan ke NTT, Timor, saya akan memprovokasi saudara-saudara yang beragama Kristen agar memperlakukan saudara-saudara muslim seperti yang saudara-saudara muslim perlakukan bagi saudara-saudara kristen di Jawa Barat. Janganlah pula terulang kasus di Yogyakarta yang membuat orang Kristen sunggu disepelekan dan dianggap seperti binatang dengan membubarkan orang yang sedang berdoa dengan cara anarkis.
Hal ini saya sampaikan bagi kita sekalian di seluruh tanah air agar menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan menjunjung tinggi keberagaman sehingga jayalah NKRI.. salam dan doa…. NKRI Jaya.

Sumber: Grup Moral Politik

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button