Home / Populer / Arie Sudjito: Koalisi Permanen Prabowo bentuk kegalauan sebagai hiburan

Arie Sudjito: Koalisi Permanen Prabowo bentuk kegalauan sebagai hiburan

Bagikan Halaman ini

Share Button

ariFoto: Arie Sudjito

 

 

MORAL-POLITIK.com. Koalisi permanen yang disepakati partai politik pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dinilai rentan perpecahan. Bila Prabowo-Hatta dinyatakan gagal memenangi Pilpres, maka koalisi ini juga bisa buyar.

“Koalisi ini dirancang untuk mengikat karena mereka sedang galau tidak kebagian kekuasaan pasca Pilpres. Tapi nyatanya pragmatis dan tidak ada unsur sinyal ikatan yang kuat. Jadi cuma sekedar hiburan saja,” kata pengamat politik Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito saat dihubungi detikcom, Selasa (15/7/2014) malam.

Melansir detik.com, penandatangan koalisi permanen menurut Arie tidak menjamin kesolidan parpol pendukung pasangan capres/cawapres nomor urut 1 tersebut. Arie menilai tidak ada gabungan fraksi dalam oposisi yang solid di parlemen.

“Ini berlangsung tidak akan lama. Apalagi di grup itu kan ada fraksi-fraksi yang kencang gesekannya. Lihat saja, PDIP, Hanura, Gerindra mereka oposisi. Tapi, mereka kan gerak sendiri-sendiri. Enggak bakal kuat itu di parlemen karena mereka tahu tidak ada sumber daya yang ikat mereka,” paparnya.

Bila Prabowo-Hatta gagal melenggang ke Istana, kemungkinan besar lanjut Arie, tersisa Gerindra dan PAN yang masih bertahan di koalisi ini. Sebab ada peluang partai pendukung lainnya seperti PKS dan PPP melompat ke kubu Jokowi-JK.

Begitupun dengan Golkar yang selama ini tidak punya pengalaman sebagai partai oposisi. “Tapi Golkar bisa diterima Jokowi-JK asalkan Aburizal Bakrie mundur dari Ketum,” ujar Arie. (erny)

Baca Juga :  Akhirnya Terbongkar! ICW temukan kejanggalan pada Audit BPK yang diduga fitnah Ahok

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button