Home / Populer / Banyak pihak mencoba menyerang platform online penghitung suara

Banyak pihak mencoba menyerang platform online penghitung suara

Bagikan Halaman ini

Share Button

Pemilu

 

 

MORAL-POLITIK.com. Kita semua tahu bahwa kedua calon pasangan presiden dan wakil presiden di pemilu 9 Juli lalu mengklaim bahwa mereka memperoleh lebih banyak suara daripada yang lainnya. Satu-satunya yang bisa membuktikan yang mana yang benar-benar menang adalah pengumuman hasil resmi dari KPU pada tanggal 22 Juli mendatang. Tapi dilihat dari situasi saat ini, tampaknya kedua kandidat (atau simpatisannya) akan mengajukan banding terhadap hasil ini dan membuat situasi demokrasi di negara ini menjadi semakin rumit. Karena itu, KPU melakukan sesuatu yang belum pernah ditemui sebelumnya: merilis dokumen perolehan suara kepada publik.

Ya, masyarakat sekarang bisa mengunjungi website KPU dan mendowload semua dokumen C1 dan menghitung hasil perolehan suara sendiri. Hal ini membuat banyak masyarakat melakukan berbagai inisiatif seperti Kawal Suara, sebuah website yang meng-crowdsource penghitungan suara, dan Kawal Pemilu, yang berisikan tim 700 orang yang secara sukarela menghitung surat suara di “grup Facebook rahasia” dan merilis hasil penghitungannya secara real-time di website mereka.

Inisiatif lain adalah sebuah website Tumblr yang bernama C1 Yang Aneh yang mengumpulkan dokumen C1 yang janggal. KPU sendiri bahkan menyarankan (file PDF) para anggotanya mengunjungi website ini untuk memudahkan anggota KPU mengidentifikasi dokumen C1. Dari 900 dokumen yang diajukan oleh para sukarelawan, C1 Yang Aneh sekarang sudah memiliki lebih dari 100 dokumen C1 janggal yang terverifikasi.

KPU juga mempersiapkan akun Facebook untuk menerima laporan dokumen yang mencurigakan yang ditemukan oleh masyarakat. Beberapa orang juga membuat dokumen spreadsheet di Google Docs untuk mencatat dokumen C1 yang janggal yang ditemukan. Beberapa masyarakat lain juga membangun platform crowdsource lain untuk membantu proses penghitungan suara.

Baca Juga :  Selidiki Kasus Bambang Widjojanto, Ombudsman Bentuk Tim Khusus

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga meminta masyarakat untuk membantu menjaga proses penghitungan suara ini.

Diserang pihak tidak bertanggung jawab

Kawal Suara dan Kawal Pemilu sudah pernah diserang oleh pihak yang mencoba mengacaukan kegiatan mereka. Reza Lesmana, founder Kawal Suara, mengatakan kepada Rappler bahwa kemarin “ada ribuan data yang sengaja dibuat salah”. Setelah itu Reza mengatakan kepada Tech in Asia bahwa mereka juga mendapat serangan DDOS kemarin. Ia mengatakan bahwa semuanya sudah kembali normal hari ini dan timnya mencoba mengatasi data yang salah ini dengan memvalidasinya ke dalam sistem.

Kawal Pemilu juga sempat mendapat serangan DDOS. Admin website ini, Ainun Najib, mengatakan kepada Tempo bahwa timnya yang beranggotakan lima orang berusaha melawan “ratusan hacker” yang mereka identifikasi berasal dari Indonesia. Website Kawal Pemilu sempat down selama beberapa jam, tapi berhasil dipulihkan kembali di hari yang sama. Kawal Suara dan Kawal Pemilu memperlihatkan bahwa calon presiden Joko Widodo sejauh ini unggul dari Prabowo Subianto.
InfoPrabowo, website yang (tentunya) berafiliasi dengan Prabowo Subianto, memperlihatkan hasil penghitungan berdasarkan interpretasi mereka sendiri. Website ini memperlihatkan bahwa Prabowo saat ini unggul. Anehnya, website ini sekarang tidak bisa diakses atas alasan yang kami tidak ketahui.

Pergolakan masih akan terjadi

Semua upaya crowdsourcing dari masyarakat ini memperlihatkan kepedulian mereka dalam menjaga masa depan negara dari kecurangan pemilu. KPU juga memperlihatkan niatnya untuk bekerja bersama masyarakat untuk menjaga proses demokrasi yang penting ini.

Tapi, kedua calon sudah menyatakan “komitmen” mereka untuk memenangkan kursi tertinggi di negara ini terlepas dari apa yang diumumkan KPU di tanggal 22 nanti. Calon yang kalah nanti mungkin akan mengajukan banding kepada Mahkamah Konstitusi untuk mengubah hasil akhir pemilu, dan jika itu terjadi, itulah saat bagi masyarakat untuk memperlihatkan bukti dengan memperlihatkan hasil penghitungan mereka sendiri dan membuktikan siapa yang sebenarnya menang dan berhak menjadi presiden Indonesia.

Baca Juga :  Terdakwa kasus MBR Alor divonis 1 tahun penjara

Website Kawal Pemilu 2014

Website Kawal Pemilu

(Sumber foto: pengguna Flickr Department of Foreign Affaris and Trade)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button