Home / Gosip / FENOMENA menariK?

FENOMENA menariK?

Bagikan Halaman ini

Share Button

JokowiFoto : Ilustrasi

 

 

MORAL-POLITIK.com. Ketika Megawati sebagai ketua umum PDIP mengumumkan capres dari PDI-P, pasar merespon dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Beberapa hari menjelang pilpres, para pendukung capres Prabowo Subianto menuduh lembaga survei yg hari ini memenagkan Jokowi menyembunyikan naiknya elektabilitas Prabowo yang artinya mereka sangat percaya akan kredibilitas lembaga2 survei ini. Dalam perjalanannya, ketika lembaga survei yg dituduh menyembunyikan hasil survei itu sekarang membuka hasil survei tentang hasil pilpres dan tidak sesuai harapan maka hasil itu sama sekali tidak mau dipakai.

Di sisi lain, ketika lembaga survei abal2, yang dipercayai para pendukung Prabowo mengumumnkan hasil survei yang angkanya lebih dari 100% membuat Prabowo cs bisa sujud sukur berkat penipuan itu.

Ketika hasil QC pertama kali diumumkan oleh lembaga survei yg kredibel tentang kemengan Jokowi, nilai tukar rupiahpun kembali menguat. Tapi pada saat masyarakat dibingungkan oleh hasil survei yg terbelah dua, begitu juga dan angka hasil survei yg tdk masuk akal, maka pasar bergejolak dengan melemahnya nilai tukar rupiah, namun yang paling menarik adalah hukuman pasar untuk ketidakwajaran VIVA group dan MMC group dengan anjloknya nilai saham TV2 yg menyiarkan hasil dari lembaga survei abal2. TV2 itu kemudian dengan bijak menghentikan tayangan tentang hasil survei lembaga2 tsb dengan kemasan dilarang oleh KPU dsb, walaupun tidak ada dasar hukum untuk pelarangan itu sama sekali.

Ini menunjukan bahwa masyarakat kita mulai cerdas dan bisa memilah mana yang baik dan benar atau sebaliknya.
Fenomena lain yang menarik adalah perkembangan progres kinerja KPK yang semakin “bertaring” yang ingin memanggil Megawati berkaitan dengan kasus BLBI, juga akan mengembangkan kasus Sentury ke babak yang lebih seru, ternyata membuat reaksi yang lebih cekatan dari SBY dari Megawati, dimana SBY telah memberikan mandat kepada Prabowo (meminjam istilah saudara saya Yus Selly dalam statusnya) untuk memberikan rasa nyaman dan proteksi selain para pengacara yg telah disiapkan sebelum langser berkaitan dengan kasus Century dan berbagai tuduhan Anas.

Baca Juga :  Miss V dan Cara Perawatannya

Kita harus sabar sampai tanggal 22 juli untuk tahu siapa yg akan menerima mandat, namun sy cenderung menjagokan Jokowi untuk mengukir sejarah sebagai orang kecil yang rumahnya pernah digusur oleh pejabat untuk menjadi presdiden ketimabang Prabowo yang disusui dan dikarbitkan oleh orde baru dan mertuanya. Saat ingin cepat naik pangkat, anak Soeharto dikawin, tetapi ketika Soeharto langser dan dihujat Prabowo melarikan diri bahkan melupakan istri anaknya. Tapi ketika akan menjadi Capres dan rakyat bertanya mana calon ibu negara, Tanpa malu2 Prabowo kembali menggandeng istrinya yg telah ditinggalkan selama bertahun-tahun (Harus diakui bahwa Titiek Soeharto adalah wanita luar biasa dan pengampun).

Jika fenomena ini terbukti, akan sejalan dengan tahun 2014 sebagai momentum sejarah, seperti Jerman yang mematahkan kutuk bahwa tim Eropa tidak dapat juara di Amerika Latin, begitu pula Presiden tidak harus anak atau menantu dari Presiden atau jendral, tapi bisa dari rakyat kecil.

Bukankah ini akan menjadi inspirasi bagi semua orang tua hari ini bahwa siapapun boleh jadi Presiden di Indonesia walaupun ia bukan anak Soekarno, Soeharto atau menantu dsb?

Fenomena terkini menarik adalah kesuksesan koalisi gemuk yang sebelum dipermanenkan telah membuahkan UUMP3 untuk mengekang KPK dan lembaga hukum lainnya untuk memeriksa anggota DPR, mengapa? Dapat dimengerti bahwa sudah ada banyak bocoran tentang banyaknya para pembocor uang negara yang telah ditetapkan sebagai tersangka didalam tim sukses Prabowo yg tidak malu2 turut berkampanye untuk Prabowo.

Disamping itu, Koalisi gemuk sikses mematahkan tradisi 10 tahun tentang pemenang pemilu sebagai pimpinan parlemen yang artinya tidak menghormati aspirasi rakyat kepada partai pemenang pemilu. Selamat berdemokrasi

Baca Juga :  Andre Koreh: Pengusaha Lokal punya kesempatan yang sama...! (13)

 

Oleh: Oktofianus Blegur Boling

Sumber: Facebook, grup Moral Politik

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button