Home / Populer / Kota Kupang : Kiat tekan tingginya Penderita HIV/AIDS

Kota Kupang : Kiat tekan tingginya Penderita HIV/AIDS

Bagikan Halaman ini

Share Button

herman                                                                                         Foto : Wakil Walikota Kupang Herman Man

 

 

KOTA KUPANG, MORAL-POLITIK.com. Meningkatnya penyakit menular berbahaya HIV/AIDS di Kota Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat Pemerintah Kota Kupang akan terus memerangi kasus ini dengan bertekad menekan kasus penderita HIV/AIDS pada tahun 2014 ini.

“Sesuai  data yang ada dari tahun 2000 hingga bulan April 2014, kasus HIV/AIDS di Kota Kupang berjumlah 589 dengan perincian kasus HIV 437 dan kasus AIDS 152. Dimana kasus ini secara jenis kelamin cukup tingi juga yakni laki-laki sebanyak 345 orang, dan perempuan 244 orang,” kata Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, kepada wartawan di ruang kerjanya.

Menurutnya, tekad  Pemerintah Kota Kupang ini dengan dengan lima langka untuk menekan akan penyembaran HIV/AIDS ini. Lima langka yakni terus melakukan sosialisasi melalui paket-paket umum KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi)  bagi orang yang berisiko tinggi dil okasi lokalisasi bagi pekerja seks komersial yang ada di kompleks.

“Dan selain memberikan sosialisasi bagi pendidikan remaja di sekolah,kelompok sebaya serta bagi mereka yang bukan HIV tetapi penyakit menular. Terus melakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait salah satunya pada tahun lalu melakukan moratorium bagi pitrad,” katanya.

Selain itu, lanjut Hermanus, pemkot terus melakukan monitoring para penderita, dan sekali melakukan pengobatan tiap bulan bagi mereka yang ditemukan sebagai penderita atau yang terinfeksi akan kasus tersebut.

Ia mengaku, tujuan yang dilakukan dengan berbagai upaya ini bukan hanya sekedar membangun sebuah keluarga yang bahagia,yakni melalui KB, tetapi bagimana komitmen yang dibangun dalam bahtera rumah tangga antara suami istri dan anak sehingga bisa harmonis dan jauh dari kasus ini dengan saling mengingatkan diantara mereka.

Baca Juga :  Besok mantan Walikota Kupang diperiksa Kejati NTT

“Hal lain juga melalui kordinasi yang dibangun guna tempat pelayanan dan rujukan di Puskesmas akan dimaksimalkan sehingga dapat mengurangi penderita HIV/AIDS,” katanya.

Pemkot juga bekerja sama dengan Komisi Peduli HIV/AIDS (KPA) ,dinas Pariwisata Dinas Kesehatan dan instansi terkait lain, serta para tokoh agama, masyarakat serta lembaga swadaya masyarakat yang ada di kota ini guna menekan pertambahan jumlah penderita HIV/AIDS.

“Komunitas penderita HIV/AIDS cukup sulit didekati, karena itu perlu kerja sama lembaga masyarakat dan KPA sehingga dapat melakukan teknik pendekatan khusus kepada penderita,” katanya.

Ia menambahkan, melalui sosialisasi Pemerintah melalui hasil koordinasi dengan pihak terkait tarus mengahimbau masyarakat agar memanfaatkan pusat pelayanan konsultasi HIV/AIDS yang tersedia di rumah sakit dan Puskesmas.

“Konsultasi sangat penting, karena dengan konsultasi kita tahu penyebab, penyebaran dan akibat dari HIV/AIDS,” katanya.

Ia menyebutkan, Pemkot telah memaksimalkan klinik pelayanan yang didekat lokasi lokallisasi  guna bisa melakukan konsultasi dan pemeriksaaan bagi penderita HIV/AIDS dalam menekan pertambahan kasus tersebut.

Ia mengatakan, jumlah positif penderita HIV/AIDS di Kota Kupang secara data KPA Kota kupang menunjukan penyebaran secara status pekerjaan  yakni PNS 8 persen, mahasiswa 5 persen, pekerja seks 19 persen, buruh 4 persen, petani 3 persen,tukan ojek 3 persen, pelaut 1 persen, dan lain-lain 15 persen,swasta 21 persen.Sedangkan perwilayah tingkat kecematan yang ada di kota ini yakni Kecamatan Kota Lama 8 persen, Kota Raja 10 persen, Maulafa,19 persen, Kelapa Lima 20 persen, Oebobo 19 persen, dan Alak 24 persen. (Nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button