Home / Populer / Kota Kupang : Paripurna Hasil Pansus ricuh

Kota Kupang : Paripurna Hasil Pansus ricuh

Bagikan Halaman ini

Share Button

kosoFoto : Djainudin

 


KOTA KUPANG, MORAL-POLITIK.com. Rapat Paripurnan DPRD Kota Kupang untuk penyampaian hasil Kerja dua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Kupang berlangsung ricuh. Kericuhan terjadi setelah salah satu anggota Pansus Peraturan Walikota (Perwali) Djainudin Mengaku tidak puas terhadap Ketua Pansus, Krispianus Matutina, Sekertaris  Pansus, Soleman Kette. Ketidakpuasan Djainudin, karenan sebagai Anggota Pansus, dirinya tidak pernah dilibatkan dalam  mengeluarkan rekomendasi hasil kerja pansus.

“Saya menggugat ketua, sekretaris pansus.  Saya juga tidak tanda tangan rekomendasi karena tidak pernah diundang ketua, dan sekretaris langgar kode etik, karena saya minta badan kehormatan dewan untuk diperiksa ketua, wakil dan sekretaris pansus,” kata Djainudin dengan nada tinggi.

Menurutnya, setiap kali ada rapat, dia diundang rapat dengan sms. Seharusnya ada surat undangan sebagai bukti. Karena itu ia meminta waktu agar pansus perwali duduk bicara lagi, agar jangab sampai rekomendasi pansus perwali tidak cacat hukum.

“Ada yang salah disini, rekomendasi cacat prosedural dan dapat dibatalkan. Rekomendasi tidak boleh dibacakan dulu samapi semua anggota Pansus Perwali berembuk,” tegas Djainudin.

Pada kesempatan Itu, Djainudin juga meminta kepada Ketua DPRD yang memimpin persidangan tidak membolehkan Ketua Pansus, Krispianus Matutina untuk tidak boleh berkomentar, karena tidak memakai pakian dinas DPRD.

Menanggapi pernyataan dari Djainudin, Ketua Pansus Krispianus  Matutina, mengatakan undangan rapat melalui SMS, menurutnya masih dalam batas kewajaran. Undangan via SMS untuk memperlancar jalannya rapat. Lagi pula semua anggota DPRD sudah saling mengenal satu sama lain dengan baik, sehingga dirinya merasa penyampaian lewat SMS saja sudah cukup.

Sedangkan terkait permintaan Djainudin soal pakaian yang dikenankannya, Kris mengatakan, Baju yang digunakan merupakan pakaian dinas harian yang menggunakan motif kain daerah.

Baca Juga :  Sikap KPK soal keterlibatan Setnov di e-KTP

Rapat Paripurna itu kembali panas seuasai Krispianus membela diri. Djainudin yang sudah kadung marah, kemudian memukul meja dan meminta Ketua DPRD tetap melarang Ketua Pansus berbicara.

Melihat suasana memanas, Ketua DPRD kemudian meminta agar Rekomendasi hasil kerja Pansus Perwali jangan dulu dibacakan sampai semua anggota pansus berembuk soal rekomendasi yang dikeluarkan.

Dalam Rapat Paripurna Pansus, dihadiri oleh Walikota Kupang Jonas Salean, Wakil Walikota Hermanus Man dan sejumlah pimpinan SKPD di Lingkup Pemerintah Kota Kupang. (Nyongky)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button