Home / Sport / Pembangunan Jembatan Petuk II Terbengkalai

Pembangunan Jembatan Petuk II Terbengkalai

Bagikan Halaman ini

Share Button
jembatan-petuk

MORAL-POLITIK.com, Kota Kupang. Pembangunan jembatan Petuk 2 tahap II di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terbengkalai. Kontraktor pelaksana PT Teguh Karya Raharjo dan PT Usaha Karya Buana, KSO setelah mengambil uang muka sebesar 20 persen dari total anggaran pembangunan sebanyak Rp36 miliar lebih pada bulan Mei 2014 lalu, namun hingga, Sabtu, 19 Juli 2014, pekerjaan di lapangan baru sekitar satu persen.
Pantauan wartawan di lapangan, pekerjaan yang dilakukan baru pada tembok penahan jembatan dengan tinggi 1 meter dan panjang sekitar 10 meter. Sedangkan pekerjaan yang lain tidak nampak dan hanya terlihat pekerjaan tahap pertama tahun 2013 berupa tiang yang berdiri kokoh.
Nimrot, kepala tukang yang mengerjakan tembok penahan jembatan itu mengaku pekerjaan pembuatan tembok penahan untuk sementara terhenti, karena kehabisan material. Dia dan beberapa buruh terpaksa nganggur, karena pasir dan batu kerikil yang akan digunakan membangun tembok pembatas masih diambil di Takari Wilayah Kabupaten Kupang.
Dikatakan, pekerjaan sudah beberapa hari terhenti selain karena ketiadaan material, juga karena gaji buruh belum dibayar. Pembayaran gaji dilakukan dua minggu sekali, namun kali ini sudah telat satu minggu lebih.
“Kami sudah bekerja sejak bulan Mei 2014, tapi karena batu dan pasir sering macet, makanya pekerjaan terlambat,” kata Nimrot sembari mengakui, pekerjaan tersebut di sub ke orang lain.
Pekerjaan pembangunan jembatan Petuk 2 tahap II, sumber biaya APBN murni tahun anggaran 2014 yang penandatanganan kontraknya tanggal 12 Mei 2014. Proyek pada Balai Pelaksana Jalan VIII SNVT Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi NTT itu bernilai Rp 32,5 miliar dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender, dengan konsultan pengawas adalah PT Yoda Karya (Persero) jo PT Parama Karya Mandiri jo PT Maha Chrisma Adiguna.
Kepala Cabang PT Teguh Karya Raharjo, Yusuf belum berhasil dihubungi wartawan, walaupun sudah berkali-kali dicoba, namun tidak merespon. (Nyongky)
Baca Juga :  Sopir Angkot Kupang Mogok, Monika Meradang!

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button