Home / Populer / Satgas Relawan Jokowi minta SBY turut kawal suara

Satgas Relawan Jokowi minta SBY turut kawal suara

Bagikan Halaman ini

Share Button

Baju Kotak-Kotak Jokowi

                                                                                                          Foto : Ilustrasi

MORAL-POLITIK.com, JAKARTA. Satgas Relawan Jokowi Anti Pilpres Curang mengapreasi keberhasilan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam penyelenggaraan Pilpres yang damai. Namun bukan hanya itu, Satgas meminta SBY turut mengawal perhitungan suara agar nurani rakyat jangan dicederai.

“Tanpa menutup mata terhadap berbagai pelanggaran sekitar politik uang dan itu merupakan tanggung jawab capres tertentu, keamanan yang terkendali adalah buah kerja Presiden SBY,” tegas Viktor Sirait, Ketua Satgas Relawan Anti Pilpres Curang di Jakarta Kamis (10/7).

Viktor mengatakan, apa yang baik harus dikatakan baik. Bahwasanya SBY bisa menciptakan situasi yang kondusif untuk Pilpres, harus diakui prestasi baik. Namun persoalan kita sekarang bukan lagi pelaksanan, tetapi bagaimana mengawal aspirasi politik rakyat.

Harapan Satgas, jangan ada rekayasa dalam rekapitulasi suara, mulai tingkat TPS (Formulir C1), ke Kelurahan/Desa hingga ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta. Jangan sampai terjadi “pencurian” suara dengan mengganti Formulir C1.

“Kami percaya kepada Presiden SBY, apabila beliau memang mau membangun demokrasi yang baik untuk negeri ini, beliau akan mampu menciptakan situasi yang jujur dan terbuka,” kata Viktor, Pengurus DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP).

Dalam situasi hasil berbagai lembaga survei saling berbeda, menjadi pertanyaan masyarakat. Memang, lembaga-lembaga survei yang selama ini sudah berwibawa dan hasilnya sudah terbukti benar, tidak perlu dipersoalkan lagi.

“Lembaga survei yang pantas kita pertanyakan adalah lembaga-lembaga baru, mungkin jadi-jadian, yang secara khusus didirikan menjadi alat pembelokan opini. Seperti, lembaga-lembaga baru tersebut tidak peduli, asalkan dapat fee, tak mau tahu kerawanan sosial akibat relayasa opini publik yang salah,” katanya.

Dalam pada itu, sesuai dengan kesepakatan hampir semua Relawan Jokowi, setiap hari akan mengadakan aksi hingga KPU mengumumkan hasil resmi tanggal 22 Juli 2014 mendatang. Untuk hari Kamis 10 Juli, aksi damai ke KPU, di mana Relawan Jokowi SBSI dan Seknas bertindak sebagai tuan rumah aksi. (RJ)

Baca Juga :  Fenomena CFD di Kota Kupang, 27/12/2014 (4)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button