Home / Populer / Satgas Relawan: Kejahatan Pilpres telah dimulai

Satgas Relawan: Kejahatan Pilpres telah dimulai

Bagikan Halaman ini

Share Button

obor-rakyat

 

 

MORAL-POLITIK.com, JAKARTA. Kejahatan Pilpres telah dimulai, sebagaimana dipraktikkan di Hong Kong dengan meng-golput-kan pemilih di kawasan yang dikenal sebagai pendukung Jokowi-JK yang fanatik. Sejumlah intimidasi dalam negeri, membuktikan, kecurangan dilakukan secara terencana dan masif.

“Dalam satu dua hari ini kecurangan akan semakin dahsyat. Maka rakyat jangan hanya ikut mencoblos, juga harus mengawasi. Jangan tinggalkan TPS sampai perhitungan suara dinyatakan selesai,” ujar Viktor Sirait, Ketua Satgas Relawan Anti Pilpres Curang, di Media Center, Jl Cemara, Jakarta, Selasa (8/7).

Viktor mengatakan, peristiwa di Hong Kong mustahil sebagai kesalahan. Semua ini sudah terencana, didisain dengan rapi agar kantong-kantong suara Jokowi tidak bisa ikut memilih. Ini sama dengan di dalam negeri, sejumlah kawasan tidak memperoleh undangan memilih.

Guna meminimalisasi kecurangan, Viktor mengimbau masyarakat ikut menjadi Relawan untuk mengirim bukti kecurangan ke www.2jutarelawan.com. Dengan mendaftar di web ini, pemilih bisa mengirim hasil perhitungan suara dan semua bentuk kecurangan.

“Masyarakat luas hendaknya bergabung dengan Satgas Relawan Anti Pilpres Curang, berjuang bersama memastikan penyaluran aspirasi politik masyarakat secara jujur. Aspirasi publik harus dikawal bersama, gembong-gembong mafia politik yang menukar hak politik rakyat dengan uang, harus dilawan,” kata Viktor, yang juga didampingi Roni Rosa dari Kornas Relawan, Silver dari Solidaritas Merah Putih (Solmet).

Roni Rosa mengatakan, kecurangan di berbagai daerah semakin ganas, tanpa malu-malu dan tidak berusaha untuk menyembunyikan praktik yang dilakukan.

“Netralitas aparat merupakan tiang utama Pilpres yang jujur dan adil. Maka kami mengapreasiasi rencana Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) yang dipimpin Boni Hargens untuk memberi penghargaan kepada Panglima TNI dan aparat TNI, apabila memang netral dalam Pilpres,” ujar Viktor.

Baca Juga :  Antsipasi tingginya arus mudik, Dishub pantau lapangan

Satgas mengungkapkan, Walikota Bekasi mengumpulkan Camat dan Lurah seluruh Bekasi. Asalkan merekayasa kemenangan capres tertentu, Walikota Bekasi menjanjikan mobil dinas Terios kepada Camat, dan mobil dinas Avanza kepada Lurah.

Di Tegalsari (Surabaya), Senin (7/7) sekitar pukul 11.00, warga memergoki mobil pick up menurunkan dua karung besar, lalu menyuruh tukang becak mengirim barang ke masjid sekitar. Barang yang dikirim, sembako bersama kaos Prabowo-Hatta dan pamflet.

Di Petemon (Surabaya), pick up menurunkan barang ke sebuah becak, lalu kabur. Barang ternyata tabloid Obor Rakyat yang isinya penuh caci-maki terjadap Jokowi. Bara JP dan warga “menyita” tumpukan tabloid, Selasa (8/7) dilaporkan ke Bawaslu. (RJ)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button