Home / Populer / Siarkan Hasil Survei Manipulatif, Media Ikut Mereproduksi Kebohongan

Siarkan Hasil Survei Manipulatif, Media Ikut Mereproduksi Kebohongan

Bagikan Halaman ini

Share Button

gedung-dewan-pers-3Foto : Ilustrasi

MORAL-POLITIK.com. Anggota Dewan Pers Nezar Patria mendukung audit yang dilakukan oleh Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) terhadap lembaga survey yang melakukan quick count atau penghitungan cepat dalam pemili presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 lalu.

Bahkan, lansir tribunnews.com, jika sudah ada hasil atau keputusan dari audit yang dilakukan Persepi, dia mengimbau agar media memblacklist lembaga survei tersebut karena kegiatan yang berkedok ilmiah dari lembaga survei tersebut adalah kebohongan publik.

“Jika nanti sudah ada keputusan dari Persepi, maka media sepatutnya memblacklist, karena mereka sudah lakukan kebohongan publik dan media harus punya sikap tidak mau mereproduksi kebohongan tersebut,” ungkap Nezar dalam diskusi ‘Netralitas Ruang Publik dan Kredibilitas Lembaga Survei’, di Gedung YLBHI, Jakarta, Rabu (16/7/2014).

Dalam diskusi tersebut hadir mantan Direktur Eksekutif INES Irwan, mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Ade Armando dan mantan anggota Dewan Pers Agus Sudibyo.

Menurut Nezar, media-media diminta tidak menyebarkan hasil lembaga survei yang manipulatif karena artinya ikut mereproduksi kebohongan.

Nezar mengungkapkan, bagi media dalam menyikapi hasil quick count sebenarnya bisa dilihat lembaga survei mana yang punya kredibikitas serta rekam jejak jelas.

Dalam kesempatan tersebut, mantan ketua Aliansi Juranlis Independen (AJI) Indonesia ini juga berpendapat soal media yang melakukan hitung cepat seperti yang dilakukan Radio Republik Indonesia (RRI) dan Kompas.

Hal itu disebutnya sebagai jurnalisme presisi. Peran media adalah menyampaikan informasi yang diyakini dan didapatkan melalui proses yang benar.
“Kita jangan terlalu pesimis melihat hati nurani rakyat yang bekerja. Mereka kadang lebih cerdas dibanding elite-elite ini,” ungkapnya.

Hal tersebut disampaikan Nezar menyusul adanya polemik seputar hitung cepat hasil pemilu pemilihan presiden dan wakil yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei dan lembaga pers. (erny)

Baca Juga :  KPUD minta seluruh aparat TNI dorong istrinya ikut Pemilu

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button